
Aksi demonstrasi di Timor Leste menolak pembelian mobil dinas mewah untuk anggota dewan. (AFP/Valentina Dariell De Sousa)
JawaPos.com - Aksi demonstrasi tampaknya sedang banyak terjadi di kawasan Asia belakangan ini. Setelah Indonesia, Filipina, dan Nepal, demonstrasi yang berubah jadi kerusuhan kini pecah di Timor Leste.
Tuntutannya mirip-mirip. Yakni mempersoalkan gaya hidup mewah para elit yang seolah tidak peduli dengan kesusahan di masyarakat. Persoalan korupsi, kolusi dan nepotisme yang banyak terjadi juga memicu amarah para demonstran.
Di Timor Leste, mengutip ABC, ribuan mahasiswa turun ke jalan di Dili, Timor Leste, menolak rencana pemerintah membeli mobil dinas baru untuk anggota parlemen. Aksi yang awalnya damai berubah ricuh setelah polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa, Senin (15/9).
Lebih dari 1.000 orang, sebagian besar mahasiswa universitas, berkumpul di depan Gedung Parlemen Nasional menentang keputusan pengadaan mobil Toyota Prado bagi 65 anggota parlemen. Kebijakan itu sebenarnya telah disahkan dalam anggaran tahun 2025, namun menuai penolakan luas karena dinilai tidak sensitif terhadap kondisi rakyat.
“Kami meminta anggota parlemen membatalkan keputusan pembelian ini demi perbaikan diri bangsa. Jika tidak, kami akan tetap berdiri di sini,” kata Leonito Carvalho, mahasiswa Universitas da Paz, dalam orasinya.
Situasi memanas ketika sekelompok demonstran melempar batu ke arah gedung parlemen hingga merusak beberapa kendaraan. Polisi merespons dengan gas air mata, melukai sedikitnya empat orang yang kemudian dirawat di fasilitas kesehatan terdekat.
“Koordinator aksi akan kami panggil untuk dimintai pertanggungjawaban atas kerusakan,” ujar pejabat kepolisian nasional, Justino Menezes.
Menariknya, sejumlah partai politik yang sebelumnya ikut menyetujui anggaran mobil dinas kini mulai berbalik arah. Dalam pernyataan bersama, Partai Kongres Nasional Rekonstruksi Timor (CNRT), Partai Demokrat, serta partai Enrich the National Unity of the Sons of Timor menyebut pembelian tersebut “tidak mencerminkan kepentingan publik” dan akan mengusulkan pembatalan.
Sebagai informasi, Timor Leste, negara kecil bekas jajahan Portugis yang merdeka dari Indonesia pada 2002, masih bergulat dengan ketimpangan sosial. Data Bank Dunia menunjukkan lebih dari 40 persen penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.
Negara ini sangat bergantung pada pendapatan minyak dengan sedikit diversifikasi ekonomi, sementara masalah pengangguran dan gizi buruk tetap menghantui.
Rencana pengadaan mobil dinas dinilai publik sebagai simbol jarak antara elite politik dan rakyat yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Demonstrasi di Dili menambah daftar panjang gelombang protes di Asia Tenggara yang kerap dipicu isu keadilan sosial dan kebijakan publik yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
