Tentara Angkatan Darat Nepal fokus melakukan penjagaan, menunggu penunjukan Perdana Menteri (PM) sementara. (france24.com)
JawaPos.com - Saat para demonstran "Gen Z" di Nepal membakar gedung Parlemen, Mahkamah Agung, serta rumah lima mantan perdana menteri pada Selasa (9/9/2025), negara itu seolah kehilangan kendali dan terjerumus dalam kekacauan.
Malam harinya, Jenderal Ashok Raj Sigdel, Panglima Angkatan Darat Nepal, muncul lewat sebuah video singkat untuk menyerukan ketenangan di jalan-jalan.
Menurut laporan The New York Times, pasukan tentara Nepal mulai mengambil alih kendali sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Gelombang protes yang sebelumnya mengguncang ibu kota, Kathmandu, pun perlahan mereda.
Di malam yang sama, sejumlah perwira militer bertemu dengan para pemimpin muda dari gerakan protes yang menamakan diri mereka Gen Z guna merancang langkah menuju perdamaian.
Kini, tentara Nepal menjadi satu-satunya lembaga yang masih memiliki wewenang untuk bernegosiasi dengan para penggerak pemberontakan. Posisi ini menempatkan militer, yang dikenal kuat di kancah internasional, pada peran yang jarang mereka jalani.
Selama ini, militer Nepal dihormati karena tidak pernah berdiri sendiri dalam kekuasaan. Namun, situasi terbaru membuat mereka berada di tengah transisi yang sulit.
“Tentara pasti akan menciptakan kondisi aman hingga pemilu digelar,” ujar Mayor Jenderal Binoj Basnyat, purnawirawan Angkatan Darat Nepal sejak 2016.
Saat memulai dinasnya, angkatan bersenjata itu masih bernama Tentara Kerajaan Nepal. Binoj Basnyat pun menegaskan rasa bangganya pada institusi militer, sebagaimana halnya mayoritas rakyat Nepal.
Menurut survei Asia Foundation pada 2022, sekitar 91 persen warga menaruh kepercayaan lebih besar pada Angkatan Darat dibanding lembaga lain di Nepal.
Binoj Basnyat menilai kepercayaan itu lahir karena militer berkomitmen tetap tunduk pada otoritas sipil.
Ia juga menegaskan bahwa yang menembaki pengunjuk rasa Gen Z pada Senin adalah polisi bersenjata, bukan tentara Nepal. Sedikitnya 19 orang tewas dalam insiden tersebut.
Sikap tentara yang menghormati warga sipil minggu ini dianggap patut diapresiasi. Padahal, di masa lalu, sebagai tentara kerajaan, mereka hanya bertanggung jawab kepada raja, bahkan setelah Nepal beralih menjadi negara demokrasi multipartai pada 1990.
Dalam perang saudara berdarah antara pemerintah dan pemberontak Maois pada 1996–2006, tentara tetap setia kepada kerajaan di Kathmandu, bukan kepada rakyat.
Tentara Nepal yang telah berdiri hampir 500 tahun itu mengibarkan panji tempur bergambar genderang dan trisula Siwa, dewa Hindu.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
