Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 September 2025 | 17.04 WIB

Serangan Rusia di Ukraina Meningkat, Presiden AS Donald Trump Isyaratkan Sanksi Baru

Serangan Rusia di Kharkiv dan Zaporizhzhia menewaskan 10 orang dan melukai puluhan lainnya (Dok. X @ZelenskyyUa)

JawaPos.com - Serangan udara Rusia ke Ukraina kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Hal tersebut memicu kecaman internasional sekaligus menambah tekanan diplomatik di tengah upaya Amerika Serikat (AS) mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pihaknya menargetkan fasilitas industri militer serta infrastruktur transportasi Ukraina. Namun, seperti biasa, Moskow maupun Kyiv sama-sama membantah serangan itu ditujukan langsung ke warga sipil.

Presiden AS Donald Trump, yang bulan lalu bertemu Presiden Vladimir Putin, menyatakan pada Minggu (7/9) bahwa Washington siap memasuki 'fase kedua' sanksi terhadap Rusia. 

Pernyataan itu menandai sinyal terkuat Trump sejauh ini bahwa ia mempertimbangkan langkah lebih keras, termasuk kemungkinan membatasi pembelian minyak Rusia. Meski begitu, Trump tidak merinci apa bentuk sanksi tambahan yang dimaksud.

Utusan AS untuk Ukraina, Keith Kellogg, menilai serangan terbaru justru menunjukkan eskalasi konflik. “Serangan ini bukan sinyal bahwa Rusia ingin mengakhiri perang lewat jalur diplomasi,” tulis Kellogg di platform X.

Mengutip Al-Jazeera, media lokal melaporkan serangan pada akhir pekan memicu sirene udara hampir di seluruh wilayah Ukraina. Di Kyiv dan daerah sekitarnya, tanda bahaya terdengar selama lebih dari 11 jam.

“Yang terlihat jelas adalah peningkatan penggunaan drone tempur oleh Rusia. Ini memberi mereka kemampuan memperluas jangkauan serangan, sekaligus menandakan adanya eskalasi,” ujar jurnalis Al Jazeera, Zein Basravi, dari wilayah Dnipropetrovsk.

Dampak serangan dirasakan di beberapa kota besar yakni Kremenchuk (Ukraina tengah): puluhan ledakan mengguncang kota dan memutus aliran listrik di sejumlah wilayah.

Kemudian juga dirasakan di Kryvyi Rih (kampung halaman Presiden Volodymyr Zelenskyy): serangan menghantam infrastruktur transportasi dan perkotaan.

Geram Odesa (selatan): infrastruktur sipil dan permukiman rusak, dengan beberapa gedung apartemen terbakar, menurut Gubernur Regional Oleh Kiper.

Serangan terbaru juga menuai kritik tajam dari sekutu Eropa. Pemerintah Swedia, Italia, dan Denmark sama-sama mengutuk aksi militer Rusia. 

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut serangan malam ke Kyiv sebagai “serangan brutal terbaru” dan menegaskan dukungan penuh bagi rakyat Ukraina.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore