
Ilustrasi tentara AS. (Istimewa)
JawaPos.com-Dorongan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengganti nama Departemen Pertahanan menjadi Departemen Perang menuai perhatian publik. Sebab, nama Departemen Pertahanan telah ada sejak 1949 melalui perjalanan panjang.
Seperti dilansir dari AFP News, Trump berpendapat bahwa nama historis dan pernah digunakan sebelumnya, yakni Departemen Perang lebih mencerminkan misi utama.
Namun, gagasan tersebut masih membutuhkan tindakan Kongres. Trump akan menghadapi tatanan internasional yang dibangun setelah Perang Dunia II.
Selain menyoroti kecenderungan pencitraan presiden, isu ini mengungkap ketegangan antara pernyataan klise Trump dan banyak pendahulunya tentang perdamaian. AS telah menghabiskan sebagian besar keberadaannya di medan perang.
“Tugas militer diarahkan bukan untuk perang, bukan untuk penaklukan, melainkan untuk perdamaian,” tegas Presiden AS 1945-1953 Harry Truman pada 1947, ketika Kongres pertama kali menghapus label Departemen Perang.
Di era kolonial, berbagai cabang militer menjadi cikal bakal dari Departemen Perang. Seiring meningkatnya ketegangan dengan Inggris, Kongres Kontinental membentuk Angkatan Darat pada 14 Juni 1775. Tak lama kemudian, Angkatan Laut dan Korps Marinir ikut didirikan.
Setelah konstitusi disahkan pada 1789, Kongres membentuk Departemen Perang sebagai satu badan kabinet yang dipimpin seorang Menteri Perang. Namun, pada 1798, Angkatan Laut memisahkan diri, sehingga lahirlah Departemen Perang dan Departemen Angkatan Laut yang terpisah.
Jabatan Menteri Perang memegang peran penting sebagai penasihat utama presiden. Terutama pada periode Perang 1812 hingga Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Sementara itu, beberapa menteri Angkatan Laut juga memiliki pengaruh yang kuat.
Menjelang Perang Dunia I, kebijakan politik Amerika Serikat (AS) cenderung mengarah ke isolasionisme, sebuah sikap yang kembali muncul setelah perang berakhir pada 1918. Selama periode Depresi Besar, pemerintah AS lebih memprioritaskan pengeluaran untuk lapangan kerja dan program bantuan dalam negeri, seperti New Deal.
Meskipun demikian, kekuatan militer AS secara diam-diam terus berkembang. Menjelang keterlibatan AS dalam Perang Dunia II, Kongres mengesahkan pembangunan Pentagon pada 1941, yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada 11 September. Hanya beberapa bulan sebelum serangan Jepang di Pearl Harbor yang memicu AS untuk bergabung dalam perang.
Pada masa Perang Dunia II, Henry Stimson menjabat sebagai Menteri Perang di bawah kepemimpinan Presiden Franklin D. Roosevelt. Stimson, yang sebelumnya merupakan Menteri Luar Negeri, menghabiskan banyak waktu di ruang perang Gedung Putih. Dia memimpin Proyek Manhattan, sebuah program rahasia untuk mengembangkan bom atom.
Status Stimson sebagai kepala Departemen Luar Negeri dan Departemen Perang menunjukkan garis yang terkadang kabur antara badan-badan diplomatik dan militer tertinggi serta peran mereka dalam kebijakan luar negeri AS di berbagai pemerintahan sejak Perang Dunia II.
Para penasihat militer utama Presiden Roosevelt sempat mengusulkan reorganisasi Pentagon selama Perang Dunia II. Tapi Roosevelt meninggal sebelum perang usai.
Setelah perang berakhir, Presiden Truman yang tidak terlibat dalam perencanaan perang meminta kongres untuk mendirikan Departemen Pertahanan Nasional yang akan menyatukan operasi militer di bawah satu pejabat kabinet.
Setelah dua tahun perdebatan, Kongres mengesahkan Undang-Undang Keamanan Nasional 1947. Undang-undang ini membentuk badan baru di Pentagon yang diberi nama Badan Militer Nasional (NME).

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
