Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Agustus 2025 | 00.04 WIB

Norwegia Tarik Investasi dari Caterpillar, Diduga Terlibat Pelanggaran HAM Akibat Perang Israel-Hamas

Bulldozer yang diproduksi Caterpillar (Dok. Lectura.press) - Image

Bulldozer yang diproduksi Caterpillar (Dok. Lectura.press)

JawaPos.com - Dana kekayaan negara Norwegia, Norway Government Pension Fund Global (NGPFG), mengumumkan bahwa mereka telah menarik investasi dari perusahaan peralatan konstruksi milik AS, Caterpillar pada Senin (25/08/2025). 

Penarikan ini diduga terjadi karena keterlibatan Caterpillar dalam pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi akibat perang Israel-Hamas.

Sebagai negara dengan penghasilan minyak yang sangat tinggi, dana kekayaan negara milik Norwegia merupakan yang terbesar di dunia, dengan nilai hampir $2 triliun dan investasi di lebih dari 8.600 perusahaan di seluruh dunia. Dana tersebut memiliki saham sebesar 1,2 persen di Caterpillar, atau senilai 24,4 miliar krone ($2,4 miliar), per akhir tahun lalu.  

Bank Sentral Norwegia, yang mengelola dana tersebut, mengatakan telah memutuskan untuk menarik dana dari Caterpillar karena dianggap menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima oleh publik, yaitu terkait pelanggaran serius hak-hak individu dalam situasi perang dan konflik.

NGPFG mengatakan bahwa keputusannya didasarkan pada rekomendasi dari Dewan Etika Independen milik Norwegia. Dewan ini merupakan sebuah badan yang dibentuk oleh pemerintah Norwegia untuk memberi nasihat tentang kapan harus memutuskan kerjasama dengan perusahaan, yang disebabkan oleh pelanggaran hukum internasional, seperti yang dilakukan Israel.

Melansir dari Financial Times, Dewan Etika mengatakan bahwa bulldozer yang diproduksi oleh Caterpillar digunakan oleh otoritas Israel dalam penghancuran ilegal yang dilakukan secara besar-besaran terhadap properti Palestina.

Tidak diragukan lagi bahwa produk Caterpillar terlibat dalam kegiatan pelanggaran luas dan sistematis terhadap hukum humaniter internasional. Perusahaan tersebut juga belum menerapkan langkah-langkah untuk mencegah penyalahgunaan alat yang mereka produksi tersebut.

Penjualan saham Caterpillar menandai kali pertama NGPFG menjual saham perusahaan non-Israel yang disebabkan oleh tindakan di Israel dan wilayah Palestina.

Mengutip dari Reuters, Dewan Etika juga mengumumkan pada Senin malam (25/08/2025) bahwa mereka telah menjual seluruh kepemilikan sahamnya di 5 bank milik Israel yaitu First International Bank of Israel dan perusahaan induknya FIBI Holdings, Bank Leumi Le-Israel, Mizrahi Tefahot Bank, dan Bank Hapoalim, karena menyediakan layanan keuangan yang diperlukan untuk pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat yang dianggap ilegal. 

Hal ini berarti, dalam waktu beberapa minggu saja, dana Norwegia telah hampir memangkas setengah jumlah perusahaan Israel yang dimilikinya, dari 61 menjadi 33, akibat tekanan publik dan politik yang intens.  

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore