
Dokumentasi anjing yang diseret oleh pemiliknya. (YouTube @mbn)
JawaPos.com - Seekor anjing di Korea Selatan tewas setelah dipaksa berlari dan terseret karena diikat pada sepeda listrik milik pemiliknya.
Pemilik anjing, pria berusia 50-an yang diidentifikasi sebagai "K", mengaku kepada polisi bahwa tindakannya dilakukan untuk membantu anjingnya menurunkan berat badan. Polisi Cheonan Dongnam pada 24 Agustus mengumumkan bahwa pria tersebut telah ditahan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Hewan.
Peristiwa itu terjadi pada malam 22 Agustus sekitar pukul 19.50 di jalur pejalan kaki tepi sungai di Distrik Dongnam, Cheonan. "K" diduga mengikat anjing peliharaannya, seekor border collie, ke sepeda listrik dan memaksanya berlari di samping kendaraan tersebut.
Dikutip dari Allkpop, para saksi melaporkan melihat anjing tersebut berdarah saat diseret di belakang sepeda listrik, dan menghubungi pihak berwenang.
Para saksi melihat, seekor Border Collie kesulitan mengikuti sepeda listrik yang sedang melaju. Hewan itu dilaporkan berdarah dari kaki dan tubuhnya sebelum akhirnya pingsan.
Polisi dan petugas pemadam kebakaran segera datang ke lokasi kejadian, menghubungi kantor distrik setempat dan pusat penyelamatan hewan. Anjing itu dilarikan ke rumah sakit hewan, tetapi mati selama perjalanan.
Penyidik menemukan jejak darah di sepanjang jalan dan seorang dokter hewan memberikan pendapat awal, bahwa penyebab kematiannya kemungkinan besar karena mati lemas.
"Anjing itu kelebihan berat badan, jadi saya menyuruhnya berlari sambil diikat ke sepeda untuk membantunya menurunkan berat badan," jelas pemilik kepada polisi saat di introgasi.
Pihak berwenang kini sedang menyelidiki, apakah penyiksaan tersebut disengaja dan anjing tersebut pernah dianiaya sebelumnya.
Warga setempat mengatakan kepada media lokal, bahwa ini bukan pertama kalinya pria itu menganiaya anjing-anjingnya.
Seorang tetangga menuduh pria itu memasukan paku ke leher anjing, dengan alasan untuk mencegah anjingnya menggigit orang.
Kelompok-kelompok pembela hak asasi hewan juga menuduh, pria tersebut melakukan penyiksaan berulang kali, dengan mengatakan bahwa ia telah menerima pengaduan sebelumnya.
"Pria ini terkenal di lingkungannya karena penyiksaan hewan. Sudah banyak pengaduan dan laporan yang diajukan, tetapi tidak ada tindakan yang tepat," klaim seorang aktivis hewan.
Polisi melanjutkan penyelidikan atas insiden tersebut, dan menyelidiki dugaan penganiayaan tambahan. (*)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
