Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Agustus 2025 | 03.46 WIB

Tragis, Anjing Border Collie di Korea Selatan Mati setelah Dipaksa Berlari Ikuti Sepeda Listrik Pemiliknya.

Dokumentasi anjing yang diseret oleh pemiliknya. (YouTube @mbn) - Image

Dokumentasi anjing yang diseret oleh pemiliknya. (YouTube @mbn)

JawaPos.com - Seekor anjing di Korea Selatan tewas setelah dipaksa berlari dan terseret karena diikat pada sepeda listrik milik pemiliknya.

Pemilik anjing, pria berusia 50-an yang diidentifikasi sebagai "K", mengaku kepada polisi bahwa tindakannya dilakukan untuk membantu anjingnya menurunkan berat badan. Polisi Cheonan Dongnam pada 24 Agustus mengumumkan bahwa pria tersebut telah ditahan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Hewan.

Peristiwa itu terjadi pada malam 22 Agustus sekitar pukul 19.50 di jalur pejalan kaki tepi sungai di Distrik Dongnam, Cheonan. "K" diduga mengikat anjing peliharaannya, seekor border collie, ke sepeda listrik dan memaksanya berlari di samping kendaraan tersebut.

Dikutip dari Allkpop, para saksi melaporkan melihat anjing tersebut berdarah saat diseret di belakang sepeda listrik, dan menghubungi pihak berwenang.

Para saksi melihat, seekor Border Collie kesulitan mengikuti sepeda listrik yang sedang melaju. Hewan itu dilaporkan berdarah dari kaki dan tubuhnya sebelum akhirnya pingsan.

Polisi dan petugas pemadam kebakaran segera datang ke lokasi kejadian, menghubungi kantor distrik setempat dan pusat penyelamatan hewan. Anjing itu dilarikan ke rumah sakit hewan, tetapi mati selama perjalanan.

Penyidik menemukan jejak darah di sepanjang jalan dan seorang dokter hewan memberikan pendapat awal, bahwa penyebab kematiannya kemungkinan besar karena mati lemas.

"Anjing itu kelebihan berat badan, jadi saya menyuruhnya berlari sambil diikat ke sepeda untuk membantunya menurunkan berat badan," jelas pemilik kepada polisi saat di introgasi.

Pihak berwenang kini sedang menyelidiki, apakah penyiksaan tersebut disengaja dan anjing tersebut pernah dianiaya sebelumnya.

Warga setempat mengatakan kepada media lokal, bahwa ini bukan pertama kalinya pria itu menganiaya anjing-anjingnya.

Seorang tetangga menuduh pria itu memasukan paku ke leher anjing, dengan alasan untuk mencegah anjingnya menggigit orang.

Kelompok-kelompok pembela hak asasi hewan juga menuduh, pria tersebut melakukan penyiksaan berulang kali, dengan mengatakan bahwa ia telah menerima pengaduan sebelumnya.

"Pria ini terkenal di lingkungannya karena penyiksaan hewan. Sudah banyak pengaduan dan laporan yang diajukan, tetapi tidak ada tindakan yang tepat," klaim seorang aktivis hewan.

Polisi melanjutkan penyelidikan atas insiden tersebut, dan menyelidiki dugaan penganiayaan tambahan. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore