
Bangunan yang tampak pada gambar merupakan kantor pusat UNESCO (Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB), yang berlokasi di kota Paris, Prancis. (whc.unesco.org)
JawaPos.com - Warisan Dunia UNESCO bukan hanya tentang bangunan tua atau situs bersejarah. Di balik setiap penetapan, tersimpan upaya pelestarian identitas budaya dan alam yang menjadi milik bersama umat manusia. Indonesia pun turut berperan dalam menjaga warisan ini.
Menurut UNESCO, keanekaragaman budaya adalah fondasi perdamaian dan pembangunan berkelanjutan. Warisan dunia menjadi alat untuk memperkuat dialog antarbudaya dan melindungi nilai-nilai kemanusiaan.
"Keanekaragaman budaya dunia yang saling memberi manfaat," tertulis dalam Konstitusi UNESCO sejak 1945.
Indonesi diketahuia sendiri telah meratifikasi Konvensi Warisan Dunia sejak 1989 dan aktif mengusulkan situs budaya dan alam ke UNESCO. Candi Borobudur, Taman Nasional Komodo, dan Subak Bali adalah contoh warisan yang diakui dunia.
"Warisan budaya ini adalah modal bangsa untuk sejajar dengan negara besar lainnya," bunyi tulisan di laman kebudayaan.kemdikbud.go.id.
Di tingkat global, penetapan situs baru seperti Mons Klint di Denmark dan Hutan Gola-Tiwai di Sierra Leone menunjukkan bahwa warisan dunia bukan hanya masa lalu, tapi juga investasi masa depan. Pengelolaan yang bijak menjadi kunci keberlanjutan.
UNESCO juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam pelestarian. Contohnya di Brasil, pengelolaan Ngarai Sungai Peruacu melibatkan warga sebagai penjaga biodiversitas.
Indonesia memiliki potensi besar untuk memperluas daftar warisan dunia. Namun, tantangannya adalah tata kelola yang konsisten dan berkelanjutan. Tanpa itu, status warisan bisa terancam, seperti yang terjadi pada Geopark Toba.
Warisan dunia bukan sekadar label internasional, melainkan kompas moral untuk menjaga peradaban. UNESCO mengingatkan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama, lintas generasi dan lintas negara.
Seperti yang disampaikan dalam laporan UNESCO, bahwa “Keanekaragaman budaya bukan ancaman, melainkan kekayaan yang menyatukan kita semua melalui proses pertukaran dan dialog".
(*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
