Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 22.11 WIB

Tewas saat Livestream Marathon, Streamer Jean Pormanove Diduga Jadi Korban Kekerasan, Polisi Prancis Buka Penyelidikan

Jean Pormanove, streamer berusia 46 tahun asal Perancis, ditemukan tewas setelah melakukan streaming selama 10 hari bersama rekan-rekannya (Dok Instagram @jeanpormanove)

JawaPos.comWarganet dihebohkan dengan kematian seorang streamer asal Prancis, Jean Pormanove, yang tewas saat melakukan livestream marathon selama lebih dari 10 hari berturut-turut pada Selasa (19/8).

Sebelum tewas, Jean Pormanove, yang bernama asli Raphael Graven, terlihat diperlakukan dengan sangat buruk oleh rekan-rekannya.

Ia mengalami kekerasan fisik dan dipermalukan di depan ribuan penonton secara langsung selama siaran yang berlangsung hampir 300 jam tanpa henti.

Pormanove, yang memiliki lebih dari 500 ribu pengikut di platform Kick, telah membuat banyak video tantangan dan bermain game bersama rekan-rekannya.

Menanggapi tragedi ini, Kick, platform streaming asal Australia, menyatakan akan bekerja sama dengan pihak berwajib dan meninjau ulang konten-konten mereka di Prancis.

"Prioritas kami adalah untuk melindungi para kreator dan memastikan lingkungan streaming yang lebih sehat di Kick," tulis mereka dalam pernyataan resmi di platform X.

Mereka juga mengonfirmasi bahwa seluruh streamer yang terlibat telah di-ban selama investigasi berlangsung.

Mengutip dari Reuters, pihak berwajib Prancis telah memulai otopsi dan membuka penyelidikan terkait kematian pria berusia 46 tahun itu, yang terjadi di desa Contes, di bagian utara kota Nice, pada Senin (19/9).

Menteri Muda Kecerdasan Buatan dan Teknologi Digital Prancis, Clara Chappaz, menyebut kematian Jean Pormanove dan kekerasan yang dialaminya sebagai "hal yang mengerikan."

Chappaz juga mengatakan investigasi telah dirujuk ke regulator komunikasi digital dan audiovisual Prancis, Arcom, serta dilaporkan ke Pharos, platform resmi setempat untuk melaporkan konten internet terlarang.

Tak hanya itu, Chappaz juga meminta penjelasan dari Kick, menekankan bahwa "tanggung jawab platform dalam menyebarkan konten ilegal bukanlah pilihan, melainkan tanggung jawab hukum."

Di sisi lain, Yassin Sadouni, pengacara salah satu pelaku, menjelaskan kepada media lokal bahwa Pormanove memiliki masalah kardiovaskular. Ia menambahkan bahwa semua aksi kekerasan yang dilakukan kliennya hanya "berpura-pura" dan "mengikuti skrip."

Streamer asal Amerika Serikat, Adin Ross, bersama penyanyi dan rapper Kanada, Drake, mengatakan akan membiayai seluruh biaya pemakaman untuk Jean Pormanove.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore