Donald Trump dan Vladimir Putin berjabat tangan usai pertemuan terkait perang di Ukraina, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson di Anchorage, Alaska, AS, Jumat (15/8) waktu setempat. (Reuters)
JawaPos.com - Para pemimpin Eropa dijadwalkan menghadiri pertemuan penting Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih pada Senin (18/8) waktu setempat.
Pertemuan ini berlangsung di tengah kekhawatiran bahwa Trump dapat menekan Ukraina menerima tawaran perdamaian yang diajukan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan mereka di Alaska pekan lalu.
Sejumlah tokoh yang akan hadir di Washington antara lain Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, serta Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Mengutip BBC, kehadiran mereka dipandang sebagai upaya Eropa memastikan suara Ukraina tetap diperhitungkan dalam proses perdamaian.
Trump sebelumnya menjadikan gencatan senjata di Ukraina sebagai salah satu syarat utama sebelum bertemu Putin. Namun, usai pertemuan di Alaska, ia menyatakan di media sosial bahwa tuntutan itu “sering kali tidak dapat dipenuhi” dan lebih baik langsung menuju “perjanjian damai permanen”.
Menurut laporan CBS, Putin menawarkan perdamaian dengan syarat Ukraina menarik diri dari wilayah Donetsk di Donbas, sementara Rusia akan membekukan garis depan di Zaporizhzhia dan Kherson.
Tawaran ini ditanggapi hati-hati oleh para pemimpin Eropa, yang enggan mengkritik Trump secara terbuka namun menegaskan pentingnya menjaga batas teritorial Ukraina.
“Setiap kesepakatan damai harus mencakup jaminan keamanan bagi Ukraina dan Eropa. Batas internasional tidak dapat diubah dengan kekerasan. Keputusan ini hanya dapat dibuat oleh Ukraina," Von der Leyen menegaskan.
Zelensky sendiri secara tegas menolak menyerahkan Donbas kepada Rusia. Ia mengingatkan bahwa konstitusi Ukraina melarang penyerahan wilayah dan bahwa Donbas bisa digunakan Rusia sebagai batu loncatan untuk agresi di masa depan.
“Masalah wilayah hanya bisa dibahas oleh para pemimpin Ukraina dan Rusia secara langsung,” ujar Zelensky, sembari menekankan perlunya gencatan senjata sebelum menuju perundingan damai akhir.
Sementara itu, utusan khusus Trump, Steve Witkoff, mengklaim bahwa pembicaraan di Alaska menghasilkan kesepakatan awal terkait “jaminan keamanan” untuk Ukraina.
Ia menyebut jaminan itu setara dengan prinsip Pasal 5 NATO, yang menyatakan serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua.
Namun, pengaturan ini dipandang sebagai kompromi karena Putin tetap menentang keanggotaan penuh Ukraina di NATO.
Pertemuan ini juga menandai kembalinya Zelensky ke Gedung Putih sejak ketegangan publik pada Februari lalu, ketika Trump menegurnya agar lebih “bersyukur” atas bantuan militer AS.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
