Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 17.41 WIB

Pemimpin Eropa Gabung Zelensky Bertemu Trump di Gedung Putih, Kekhawatiran Meningkat soal Kesepakatan Damai Ukraina-Rusia

Donald Trump dan Vladimir Putin berjabat tangan usai pertemuan terkait perang di Ukraina, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson di Anchorage, Alaska, AS, Jumat (15/8) waktu setempat. (Reuters)

JawaPos.com - Para pemimpin Eropa dijadwalkan menghadiri pertemuan penting Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih pada Senin (18/8) waktu setempat.

Pertemuan ini berlangsung di tengah kekhawatiran bahwa Trump dapat menekan Ukraina menerima tawaran perdamaian yang diajukan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan mereka di Alaska pekan lalu.

Sejumlah tokoh yang akan hadir di Washington antara lain Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, serta Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. 

Mengutip BBC, kehadiran mereka dipandang sebagai upaya Eropa memastikan suara Ukraina tetap diperhitungkan dalam proses perdamaian.

Trump sebelumnya menjadikan gencatan senjata di Ukraina sebagai salah satu syarat utama sebelum bertemu Putin. Namun, usai pertemuan di Alaska, ia menyatakan di media sosial bahwa tuntutan itu “sering kali tidak dapat dipenuhi” dan lebih baik langsung menuju “perjanjian damai permanen”.

Menurut laporan CBS, Putin menawarkan perdamaian dengan syarat Ukraina menarik diri dari wilayah Donetsk di Donbas, sementara Rusia akan membekukan garis depan di Zaporizhzhia dan Kherson. 

Tawaran ini ditanggapi hati-hati oleh para pemimpin Eropa, yang enggan mengkritik Trump secara terbuka namun menegaskan pentingnya menjaga batas teritorial Ukraina.

“Setiap kesepakatan damai harus mencakup jaminan keamanan bagi Ukraina dan Eropa. Batas internasional tidak dapat diubah dengan kekerasan. Keputusan ini hanya dapat dibuat oleh Ukraina," Von der Leyen menegaskan.

Zelensky sendiri secara tegas menolak menyerahkan Donbas kepada Rusia. Ia mengingatkan bahwa konstitusi Ukraina melarang penyerahan wilayah dan bahwa Donbas bisa digunakan Rusia sebagai batu loncatan untuk agresi di masa depan.

“Masalah wilayah hanya bisa dibahas oleh para pemimpin Ukraina dan Rusia secara langsung,” ujar Zelensky, sembari menekankan perlunya gencatan senjata sebelum menuju perundingan damai akhir.

Sementara itu, utusan khusus Trump, Steve Witkoff, mengklaim bahwa pembicaraan di Alaska menghasilkan kesepakatan awal terkait “jaminan keamanan” untuk Ukraina. 

Ia menyebut jaminan itu setara dengan prinsip Pasal 5 NATO, yang menyatakan serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua.

Namun, pengaturan ini dipandang sebagai kompromi karena Putin tetap menentang keanggotaan penuh Ukraina di NATO.

Pertemuan ini juga menandai kembalinya Zelensky ke Gedung Putih sejak ketegangan publik pada Februari lalu, ketika Trump menegurnya agar lebih “bersyukur” atas bantuan militer AS. 

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore