
Cuplikan video amatir penembakan massal di Bangkok. (NDTV).
JawaPos.com - Sebuah insiden penembakan tragis mengguncang Bangkok pada Senin siang (29/7), menewaskan lima orang dan melukai satu lainnya. Peristiwa ini terjadi di Pasar Or Tor Kor, kawasan Bang Sue, Bangkok bagian utara, tepat pukul 12.31 waktu setempat.
Seluruh korban tewas diketahui merupakan petugas keamanan pasar. Kepolisian Kerajaan Thailand menyatakan bahwa pelaku penembakan diduga langsung mengakhiri hidupnya setelah melakukan aksinya.
"Saat ini kami masih menyelidiki motifnya. Untuk sementara ini dikategorikan sebagai penembakan massal," kata Wakil Kepala Polisi Bang Sue, Kolonel Worapat Sukthai, kepada kantor berita AFP mengutip via Al-Jazeera.
Rekaman kamera pengawas menunjukkan pelaku mengenakan kaus hitam, celana loreng, topi, dan membawa ransel yang diselempangkan di dada.
Penyelidikan lanjutan tengah dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku serta kemungkinan adanya kaitan dengan situasi konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja, meskipun belum ada bukti kuat yang mengarah ke sana.
Tragedi ini kembali menyorot persoalan kekerasan bersenjata di Thailand, yang kerap mencuat meski negara tersebut tergolong stabil secara politik dan ekonomi.
Dalam kasus sebelumnya, pada 2020 lalu, seorang perwira muda militer melancarkan aksi serupa di kota Nakhon Ratchasima, menewaskan 29 orang dan melukai 58 lainnya.
Meski menjadi salah satu negara tujuan wisata utama di Asia Tenggara, Thailand masih menghadapi tantangan serius terkait regulasi kepemilikan senjata api dan penanganan kesehatan mental.
Penembakan di Pasar Or Tor Kor menjadi pengingat pahit bahwa keamanan publik perlu ditingkatkan, terutama di ruang-ruang yang padat aktivitas masyarakat.
Sebagai informasi juga, kepemilikan senjata api di Bangkok, Thailand, memiliki aturan yang ketat dan tidak semua orang bisa memilikinya dengan mudah.
Meskipun Thailand memiliki tingkat kepemilikan senjata api sipil yang relatif tinggi di Asia Tenggara, ada regulasi yang ketat dan proses perizinan yang rumit.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
