
Ilustrasi gelombang panas di Asia Selatan.
JawaPos.com-Setelah perang dengan Israel, warga Iran masih harus prihatin. Sebab, Iran saat ini tengah menghadapi salah satu minggu terpanas dalam sejarah, dengan suhu di beberapa wilayah mencapai lebih dari 50 derajat Celsius.
Krisis ini tidak hanya membuat warga harus berhadapan dengan gelombang panas yang menyengat. Tapi juga memperparah kelangkaan air bersih yang telah berlangsung lama.
Di Ibu Kota Tehran, suhu pada Minggu (21/7) tercatat mencapai 40°C dan diperkirakan naik menjadi 41°C pada hari berikutnya. Sebagai respons, pemerintah provinsi menetapkan hari Rabu (23/7) sebagai hari libur umum demi menekan konsumsi energi di tengah lonjakan suhu ekstrem.
“Mengingat gelombang panas ekstrem yang terus berlangsung serta pentingnya penghematan air dan listrik, maka hari Rabu telah ditetapkan sebagai hari libur di provinsi Tehran,” tulis juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani dalam unggahan di platform X.
Namun suhu tinggi bukan satu-satunya kekhawatiran. Iran juga tengah berada dalam krisis air bersih, terutama di wilayah-wilayah kering di bagian selatan.
Penyebabnya beragam. Dari pengelolaan air yang buruk, eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya air tanah, hingga dampak nyata dari perubahan iklim global.
Ketua Dewan Kota Tehran Mehdi Chamran mengimbau warga untuk berhemat. “Hematlah penggunaan air agar pasokan tidak terputus,” ujar dia, dikutip kantor berita ISNA.
Seruan serupa digaungkan banyak otoritas lokal di berbagai provinsi. Perusahaan pengelola air provinsi Tehran bahkan meminta pengurangan konsumsi air minimal 20 persen dari rata-rata normal.
Dalam pernyataannya, mereka menyebutkan bahwa reservoir bendungan yang menyuplai air ke Tehran kini berada di titik terendah dalam 100 tahun terakhir. Kondisi ini menggambarkan tekanan ganda yang dihadapi Iran, perubahan iklim yang kian ekstrem dan sistem pengelolaan sumber daya alam yang tidak memadai.
Dengan musim panas yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, masyarakat Iran diimbau untuk bertahan dalam situasi krisis yang makin mengkhawatirkan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
