Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Juli 2025 | 17.49 WIB

Gelombang Panas Ekstrem, Aktivitas Pemerintah dan Masyarakat di Iran Hampir Lumpuh

Gelombang panas ekstrem melanda Iran. (AP). - Image

Gelombang panas ekstrem melanda Iran. (AP).

JawaPos.com-Pemerintah Iran memutuskan menutup seluruh kantor pemerintahan, bank, dan bisnis di Provinsi Tehran pada Rabu (23/7). Kebijakan itu menyusul gelombang panas ekstrem yang melanda wilayah tersebut. 

Langkah ini diumumkan media pemerintah sebagai upaya untuk menghemat energi di tengah suhu udara yang kian melonjak. Ibu kota Tehran dilaporkan mencatat suhu lebih dari 40 derajat Celsius (104 derajat Fahrenheit).

Pemerintah pun mengimbau warga untuk tetap berada di dalam ruangan, terutama selama jam-jam terpanas pada siang hari.

“Kami mengajak masyarakat untuk mengurangi konsumsi listrik dan air demi menjaga stabilitas pasokan energi,” kata juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani, seperti dikutip harian IRAN Daily.

Penutupan ini bukan yang pertama dilakukan Iran akibat suhu ekstrem. Pada Juli 2024 lalu, pemerintah juga sempat menetapkan hari libur nasional satu hari karena panas yang tak tertahankan. 

Sementara itu, pada tahun 2023, keputusan serupa bahkan dilakukan selama dua hari berturut-turut. Dalam 24 jam terakhir, kota Borazjan yang terletak di Provinsi Bushehr tercatat sebagai daerah terpanas, dengan suhu mencapai 50 derajat Celsius (122 derajat Fahrenheit). 

Fenomena ini menandai salah satu titik ekstrem dalam pola iklim Iran, yang kini menghadapi tantangan serius terkait perubahan iklim dan kebutuhan konservasi energi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore