Komunitas Druze di Timur Tengah dan kedekatannya dengan Israel. (@Jewtastic/X).
JawaPos.com - Konflik bersenjata yang kembali memanas di kawasan selatan Suriah menempatkan komunitas Druze dalam sorotan dunia. Israel mengklaim intervensi militernya ditujukan untuk melindungi kelompok minoritas ini dari ancaman kelompok Islamis di wilayah Sweida.
Namun, serangan roket yang menewaskan anak-anak di Majdal Shams, wilayah Druze di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, memperuncing ketegangan dan mempertanyakan motif sebenarnya di balik aksi militer tersebut.
Lantas, siapa sebenarnya komunitas Druze dan mengapa mereka menjadi titik krusial dalam dinamika geopolitik Timur Tengah?
Siapa Komunitas Druze?
Dilansir dari Al Jazeera, Druze adalah komunitas etno-religius Arab yang menganut agama esoterik yang berasal dari cabang Syiah Ismailiyah pada abad ke-11.
Ajaran mereka menggabungkan unsur Islam, Yudaisme, Kristen, hingga filsafat klasik dan Hindu. Mereka meyakini reinkarnasi, monoteisme mutlak, serta menjaga praktik keagamaannya dalam kerahasiaan.
Menurut laporan Reuters, komunitas ini tersebar di Suriah, Lebanon, Yordania, Israel, dan Dataran Tinggi Golan. Di Suriah, mereka mayoritas tinggal di wilayah Sweida, Quneitra, dan pinggiran Damaskus, sementara di Israel mereka mendiami wilayah utara dan Golan yang diduduki sejak 1967.
Posisi Druze dalam Politik Regional
Meskipun jumlahnya kecil, pengaruh politik Druze cukup besar. Di Israel, sekitar 150.000 Druze adalah warga negara yang sebagian besar setia dan bahkan aktif di militer dan kepolisian.
Mereka disebut sebagai ‘sekutu darah’ oleh pemerintah Israel. Namun, lebih dari 20.000 Druze di Golan masih mengidentifikasi sebagai warga Suriah dan memiliki hubungan keluarga lintas batas.
Di Lebanon dan Suriah, tokoh-tokoh Druze seperti Walid Jumblatt dan Sheikh Hikmat al-Hajari memiliki peran signifikan.
Reuters menyebut, dalam perkembangan terakhir, al-Hajari menyerukan perlawanan terhadap pemerintah Islamis pimpinan Presiden Sementara Suriah, Ahmed al-Sharaa. Sharaa sendiri, mantan anggota al-Qaeda, mengklaim bahwa Israel berusaha memecah belah bangsa Suriah.
Ketegangan dan Intervensi Militer Israel

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
