Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 06.21 WIB

Mengenal Komunitas Druze: Minoritas Berpengaruh di Tengah Konflik Suriah dan Serangan Israel

Komunitas Druze di Timur Tengah dan kedekatannya dengan Israel. (@Jewtastic/X).

JawaPos.com - Konflik bersenjata yang kembali memanas di kawasan selatan Suriah menempatkan komunitas Druze dalam sorotan dunia. Israel mengklaim intervensi militernya ditujukan untuk melindungi kelompok minoritas ini dari ancaman kelompok Islamis di wilayah Sweida.

Namun, serangan roket yang menewaskan anak-anak di Majdal Shams, wilayah Druze di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, memperuncing ketegangan dan mempertanyakan motif sebenarnya di balik aksi militer tersebut.

Lantas, siapa sebenarnya komunitas Druze dan mengapa mereka menjadi titik krusial dalam dinamika geopolitik Timur Tengah?

Siapa Komunitas Druze?

Dilansir dari Al Jazeera, Druze adalah komunitas etno-religius Arab yang menganut agama esoterik yang berasal dari cabang Syiah Ismailiyah pada abad ke-11.

Ajaran mereka menggabungkan unsur Islam, Yudaisme, Kristen, hingga filsafat klasik dan Hindu. Mereka meyakini reinkarnasi, monoteisme mutlak, serta menjaga praktik keagamaannya dalam kerahasiaan.

Menurut laporan Reuters, komunitas ini tersebar di Suriah, Lebanon, Yordania, Israel, dan Dataran Tinggi Golan. Di Suriah, mereka mayoritas tinggal di wilayah Sweida, Quneitra, dan pinggiran Damaskus, sementara di Israel mereka mendiami wilayah utara dan Golan yang diduduki sejak 1967.

Posisi Druze dalam Politik Regional

Meskipun jumlahnya kecil, pengaruh politik Druze cukup besar. Di Israel, sekitar 150.000 Druze adalah warga negara yang sebagian besar setia dan bahkan aktif di militer dan kepolisian.

Mereka disebut sebagai ‘sekutu darah’ oleh pemerintah Israel. Namun, lebih dari 20.000 Druze di Golan masih mengidentifikasi sebagai warga Suriah dan memiliki hubungan keluarga lintas batas.

Di Lebanon dan Suriah, tokoh-tokoh Druze seperti Walid Jumblatt dan Sheikh Hikmat al-Hajari memiliki peran signifikan.

Reuters menyebut, dalam perkembangan terakhir, al-Hajari menyerukan perlawanan terhadap pemerintah Islamis pimpinan Presiden Sementara Suriah, Ahmed al-Sharaa. Sharaa sendiri, mantan anggota al-Qaeda, mengklaim bahwa Israel berusaha memecah belah bangsa Suriah.

Ketegangan dan Intervensi Militer Israel

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore