Pertemuan negara-negara yang tergabung dalam VRICS di Brasil 2025.
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10 persen bagi negara-negara yang tergabung dalam BRICS. Hal ini sebagaimana disampaikan Donald Trump di media sosial Truth Social pada Minggu (6/7).
Adapun pernyataan ini disampaikan Trump bersamaan dengan konferensi tingkat tinggi (KTT) BRICS ke-17 yang tengah digelar di Museum Seni Modern Rio de Janeiro.
"Negara mana pun yang bersekutu dengan kebijakan anti-Amerika BRICS, akan dikenakan tarif tambahan sebesar 10 persen. Tidak akan ada pengecualian untuk kebijakan ini. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini," kata Donald Trump, dikutip Senin (7/7).
Meski begitu, Trump tidak membeberkan secara rinci negara BRICS mana saja yang akan memperoleh tambahan tarif sebesar 10 persen itu.
Namun hal ini, turut menjadi sorotan lantaran Indonesia telah resmi menjadi anggota BRICS sejak tahun 2024. Adapun negara-negara yang menjadi bagian BRICS adalah Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Sementara itu mengutip Reuters, penundaan pengenaan tarif resiprokal Trump akan berakhir pada Rabu (9/7). Bahkan, Trump juga telah mengancam kepada seluruh negara untuk mengenakan tarif lebih besar mulai 1 Agustus 2025, jika tidak ada kesepakatan perdagangan yang dilakukan.
Meskipun berjanji untuk mengerjakan 90 transaksi dalam 90 hari, Trump dan timnya hanya mampu menyelesaikan transaksi terbatas dengan Inggris dan perjanjian yang tidak didefinisikan dengan baik dengan Vietnam. Bahkan, kesepakatan yang telah lama dijanjikan dengan India masih sulit dicapai.
Trump telah lama menjanjikan kesepakatan perdagangan dengan India, tetapi pembicaraan terhenti karena ketidaksepakatan mengenai tarif AS pada komponen otomotif, baja, dan barang pertanian. India, yang menghadapi tarif sebesar 26 persen atas ekspornya ke AS, telah memberi sinyal siap memangkas tarif tingginya untuk AS tetapi belum mengalah pada tuntutan Washington untuk membuka sektor pertanian dan susu.
Pada hari Jumat, New Delhi juga mengusulkan bea pembalasan terhadap AS di Organisasi Perdagangan Dunia, dengan mengatakan tarif terpisah Washington sebesar 25 persen pada mobil dan beberapa suku cadang mobil akan memengaruhi ekspor India senilai USD 2,89 miliar.
Di sisi lain, Indonesia telah menawarkan pemotongan bea masuk atas impor utama dari Amerika Serikat dan berencana akan membeli gandum AS senilai USD 500 juta sebagai bagian dari perundingan tarif untuk menghindari tarif sebesar 32 persen.
Bahkan, maskapai milik negara Garuda Indonesia (GIAA) berencana untuk membeli lebih banyak pesawat Boeing senilai USD 34 miliar dengan mitra AS yang akan ditandatangani pada pekan ini. Pada saat yang sama, Indonesia juga telah mengundang AS untuk berinvestasi bersama dalam proyek mineral milik negara Indonesia sebagai bagian dari negosiasi tarifnya.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
