
Ilustrasi mimpi banjir bandang.
JawaPos.com-Banjir bandang dengan skala besar menerjang Texas, Amerika Serikat, pada 4-5 Juli. Akibat banjir bandang itu, sedikitnya 51 orang dilaporkan meninggal dunia.
Sebagian dari korban adalah anak kecil. Banyaknya korban jiwa, di antaranya disebabkan banjir menerjang kompleks perkemahan.
Saat banjir terjadi, sedang ada kegiatan perkemahan musim panas di Sungai Guadalupe. Media setempat melaporkan, dari perkemahan tersebut, diduga terdapat 27 anak perempuan di bawah 12 tahun yang hilang.
Di lokasi perkemahan, banyak ditemukan selimut, kasur, boneka, dan barang lain berserakan dan tertutup lumpur. Masih banyak warga yang tengah berlibur tidak diketahui keberadaannya. Bahkan, banyak rumah, restoran, dan kendaraan yang hancur akibat banjir ini.
Terkait dengan penyebab banjir bandang tersebut, otoritas setempat menjelaskan karena hujan besar. Data radar dan curah hujan serta peringatan Dinas Cuaca Nasional Amerika Serikat menunjukkan banjir tersebut merupakan akibat dari kondisi atmosfer luar biasa yang mengirimkan gumpalan besar air Teluk Meksiko ke wilayah Texas.
Titik ini telah lama dikenal rentan terhadap banjir bandang, saat hujan deras, karena menyebabkan air naik dengan cepat. Wilayah yang paling terdampak banjir adalah Kerr, sekitar 50 mil di sebelah barat laut San Antonio.
Kota Kerrville mengumumkan keadaan darurat akibat banjir. CNN melaporkan bahwa peristiwa banjir besar itu terjadi sekali dalam 100 tahun.
Jonathan Lamb, polisi Kota Kerrville kepada Washington Pos menuturkan kerusakan akibat banjir tersebut sangat parah. "Ini adalah banjir terburuk yang pernah kami lihat," kata dia.
Merespons besarnya dampak banjir itu, Gubernur Texas Greg Abbott sudah menandatangani perintah perluasan dan peningkatan upaya pencarian. Seperti diwartakan BBC, Greg berupaya memastikan bahwa para pejabat akan menemukan para korban.
"Pencarian tidak akan dihentikan sampai semuanya dalam keadaan aman," kata Greg.
Dia mengatakan, tim penyelamat telah menyusuri Sungai Guadalupe untuk mencari para korban yang mungkin tersapu banjir.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, pemerintahan telah bekerja sama dengan otoritas setempat untuk menanggapi keadaan darurat. Pemerintah Amerika Serikat juga akan mengerahkan para penjaga pantai untuk membantu pencarian para korban. Pencarian akan difokuskan di lokasi perkemahan musim panas Kristen di Sungai Guadalupe.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
