
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membantah bahwa sudah ada kesepakatan gencatan senjata dengan Iran. (OZAN KOSE / AFP)
JawaPos.com - Di tengah spekulasi tentang kemungkinan gencatan senjata antara Iran dan Israel, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan yang dicapai untuk menghentikan konflik bersenjata antara kedua negara.
“Israel yang memulai perang melawan Iran, bukan sebaliknya,” ujar Araghchi dalam pernyataan resmi yang disampaikan Selasa (24/6) pagi waktu Teheran.
Ia menegaskan bahwa sikap Iran sejak awal jelas: serangan balasan yang dilancarkan adalah bentuk pembelaan diri atas agresi yang dimulai oleh Israel.
“Iran telah berulang kali menyatakan bahwa tindakan agresi berasal dari rezim Israel. Respons Teheran adalah tindakan sah dalam rangka mempertahankan diri,” tambahnya.
Pernyataan Araghchi datang di tengah laporan yang menyebut bahwa ketegangan militer antara kedua negara mulai mereda. Namun, ia membantah bahwa telah tercapai kesepakatan untuk menghentikan operasi militer.
"Jika rezim Israel mengakhiri agresi ilegalnya terhadap rakyat Iran sebelum pukul 4 pagi waktu Teheran, kami tidak bermaksud melanjutkan respons militer kami di luar waktu itu,” katanya, menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai penghentian serangan akan ditentukan kemudian.
Araghchi juga menyampaikan apresiasinya kepada militer Iran atas perlawanan mereka selama konflik berlangsung. “Pasukan bersenjata kita yang kuat melanjutkan operasi militer hingga detik terakhir, pukul 4 pagi,” katanya.
“Dengan seluruh rakyat Iran, saya mengucapkan terima kasih kepada pasukan bersenjata kita yang gagah berani, yang tetap siap membela tanah air tercinta hingga tetes darah penghabisan, dan yang membalas setiap serangan musuh hingga saat terakhir,” ujarnya menutup pernyataan.
Mengutip Middle East Monitor, situasi di kawasan masih fluktuatif. Meskipun intensitas serangan dilaporkan menurun, belum ada konfirmasi resmi mengenai berakhirnya bentrokan atau perjanjian gencatan senjata.
Dunia internasional terus memantau dengan cermat, mengingat eskalasi konflik ini berpotensi memicu ketegangan yang lebih luas di Timur Tengah.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
