
Ilustrasi: Kawasan teluk bergejolak usai serangan Iran ke pangkalan militer AS di Qatar dan Irak. (Google Maps)
JawaPos.com - Teheran makin menunjukkan taringnya. Senin (23/6) malam waktu setempat, Iran meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Qatar dan Irak.
Serangan tersebut merupakan serangan balasan udara AS terhadap fasilitas nuklir mereka.
Serangan ini langsung menggemparkan dunia. Dalam siaran televisi nasionalnya, pemerintah Iran dengan lantang menyebut aksi tersebut sebagai “respon kuat dan berhasil” atas agresi Amerika.
Diiringi musik militer yang mencekam, tayangan itu menampilkan pernyataan Dewan Keamanan Nasional Iran bahwa serangan ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar tidak ditujukan sebagai ancaman terhadap negara Teluk lainnya. Melainkan fokus hanya pada pangkalan militer AS.
Namun Qatar bereaksi keras. Negara kecil kaya minyak ini mengkonfirmasi berhasil mencegat serangan rudal Iran dan mengecamnya sebagai “agresi terang-terangan”.
Doha bahkan memperingatkan akan merespons dengan langkah setimpal jika provokasi berlanjut. Dalam langkah cepat, Qatar sempat menutup wilayah udaranya, disusul Bahrain yang juga menangguhkan penerbangan sebagai tindakan antisipatif.
Sementara itu, mengutip LeMonde, Pentagon menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut, namun ketegangan langsung melonjak.
Pemerintah Irak, yang wilayahnya juga turut diserang, memperingatkan potensi eskalasi besar di kawasan. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Irak menyuarakan kekhawatiran bahwa semakin banyak pihak luar terlibat bisa menyulut konfrontasi regional yang lebih luas.
Di tengah kepulan asap konflik, Presiden AS Donald Trump merespons melalui platform Truth Social miliknya.
Dalam nada santai namun penuh perhitungan, Trump mengatakan bahwa Iran “sudah meluapkan semua amarahnya” dan berharap tidak ada kebencian lebih lanjut.
Ia bahkan mengklaim mendapat pemberitahuan awal dari Teheran, yang membuat militer AS bisa menghindari korban jiwa.
“Saya akan mendorong Iran dan Israel untuk mulai menuju perdamaian dan harmoni,” tulis Trump, mengakhiri pesannya dengan nada optimistis yang kontras dengan gejolak yang tengah membara di Timur Tengah.
Dengan dua musuh bebuyutan, Iran dan Amerika Serikat, kembali saling serang, dunia kini menahan napas. Apakah ini awal dari konfrontasi berskala lebih besar di kawasan Teluk? Atau hanya manuver sesaat dalam permainan geopolitik yang tak berkesudahan?

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
