
Asap mengepul dari Gaza setelah ledakan, dekat perbatasan Israel-Gaza, seperti terlihat dari Israel, 30 Mei 2025. (dok REUTERS/Amir Cohen)
JawaPos.com-Di tengah sorotan dunia terhadap konflik panas Israel-Iran, tragedi kemanusiaan di Gaza justru semakin mencekam. Seolah tak ada jeda, serangan brutal Israel terus menghantam warga sipil Palestina, bahkan di tempat-tempat yang disebut sebagai zona aman dan titik distribusi bantuan.
Sabtu (21/6), sedikitnya 26 warga Palestina tewas, termasuk 11 orang yang tengah mengantre bantuan makanan. Mereka ditembak di pusat distribusi bantuan milik Gaza Humanitarian Foundation (GHF), lembaga yang didukung Israel dan Amerika Serikat.
Serangan ini langsung menuai kecaman dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menuding adanya militerisasi bantuan kemanusiaan. Lebih mengerikan lagi, serangan drone Israel di al-Mawasi, daerah yang sebelumnya ditetapkan sebagai zona aman oleh militer Israel.
Israel justru membombardir tenda pengungsi milik keluarga Shurrab. Tiga orang tewas seketika, sementara lainnya menderita luka parah.
Dilansir dari Al-Jazeera, dalam 48 jam terakhir saja, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 202 orang gugur dan lebih dari 1.000 lainnya luka-luka. Angka ini menambah panjang daftar korban sejak Oktober 2023, dengan total lebih dari 55.000 jiwa melayang dan 131.000 lainnya terluka.
Serangan demi serangan kini bahkan menargetkan titik-titik distribusi bantuan makanan, tempat harapan terakhir ribuan warga Palestina yang tengah kelaparan setelah dua bulan blokade total Israel terhadap pengiriman bantuan.
Di Khan Younis, tiga orang tewas ditembak di lokasi distribusi GHF. Mereka hanya ingin membawa pulang sekantong makanan untuk keluarganya. Di tempat yang sama, Omar al-Hobi, pengungsi yang selamat, menyebut lokasi-lokasi distribusi itu sebagai titik kematian.
“Tank ada di depan kami, senapan mesin di kanan, drone di atas kepala, dan sniper di segala arah. Kami hanya bisa berlari setelah tank mundur. Tapi sebelum itu? Siapa pun yang bergerak langsung ditembak,” kata Omar getir.
Militer Israel berdalih serangan dilakukan untuk mengendalikan kerumunan. Namun saksi mata dan kelompok kemanusiaan menyatakan tidak ada provokasi apapun sebelum tembakan dilepaskan, membantah klaim pembenaran Israel yang terus berulang.
Sementara dunia memantau pergerakan militer Israel terhadap Iran, Gaza seolah menjadi teater kekejaman tanpa panggung. Di tengah diplomasi dan konflik antarnegara, ribuan nyawa sipil terus menjadi korban, tanpa perlindungan, tanpa harapan.
Gaza hari ini bukan hanya tentang perang, melainkan tentang sebuah kehancuran sistematis terhadap kemanusiaan itu sendiri.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
