
Asap tebal membubung setelah serangan rudal balasan dari Iran menghantam wilayah Tel Aviv, Israel, pada Jumat malam, 13 Juni 2025. (Reuters)
JawaPos.com - Sikap 'standar ganda' kembali dipertontonkan oleh para petinggi negara-negara G7. Dalam pernyataan bersama yang mengejutkan dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7, para pemimpin negara-negara maju malah terang-terangan menyudutkan Iran sebagai biang utama ketidakstabilan dan teror di kawasan Timur Tengah.
Parahnya, KTT G7 sekaligus menegaskan dukungan penuh mereka terhadap Israel dalam konflik yang terus membara di kawasan Timur Tengah itu.
Dalam deklarasi resmi yang dirilis usai sesi tertutup para kepala negara, G7 menegaskan bahwa mereka “berkomitmen penuh terhadap perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.”
Namun, alih-alih menyerukan gencatan senjata yang tegas, mereka justru menekankan bahwa “Israel memiliki hak untuk membela diri,” dan kembali menegaskan dukungan tanpa syarat terhadap keamanan negara Zionis tersebut.
Pernyataan itu menyebut Iran sebagai “sumber utama ketidakstabilan dan teror di kawasan,” sebuah tudingan tajam yang dipandang banyak pengamat sebagai pembenaran diam-diam terhadap langkah militer Israel yang semakin agresif terhadap Teheran dan sekutunya.
Lebih jauh, G7 juga menegaskan bahwa “Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun,” menegaskan kembali garis merah lama Barat terhadap program nuklir Iran yang kini makin panas di tengah konflik yang meluas.
Meski menyebut pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dan menyerukan “de-eskalasi yang lebih luas termasuk gencatan senjata di Gaza,” pernyataan G7 dinilai bias dan timpang karena tidak menyentuh akar konflik secara menyeluruh, apalagi menyalahkan Israel atas berbagai serangan yang telah menewaskan ratusan warga sipil.
Sementara itu, G7 juga menyinggung dampak perang terhadap pasar energi global. Dalam nada yang sarat kekhawatiran geopolitik, mereka menyatakan siap mengambil langkah-langkah bersama dengan mitra sehaluan untuk “menjaga stabilitas pasar energi internasional.”
Pernyataan kontroversial ini menuai kecaman dari berbagai pihak yang menilai bahwa alih-alih menjadi juru damai, G7 justru memperkeruh situasi dan mengobarkan tensi yang sudah berada di ambang perang regional terbuka.
Konflik antara Iran dan Israel kini tak lagi dianggap sebagai isu bilateral, tetapi telah menjadi titik api baru yang mengancam tatanan global, dan pernyataan G7 kali ini bisa menjadi pemantik baru dalam babak konfrontasi yang lebih luas.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
