Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Mei 2025 | 05.25 WIB

Serangan Terbaru di Gaza: Israel Kuasai 77 Persen Wilayah, 23 Tewas Termasuk Jurnalis dan Pejabat

Seorang penyelamat berjalan di atas reruntuhan bangunan dan mencari korban selamat dari serangan Israel di Khan Younis, Gaza (Dok. Palestinian Civil Defence via Reuters) - Image

Seorang penyelamat berjalan di atas reruntuhan bangunan dan mencari korban selamat dari serangan Israel di Khan Younis, Gaza (Dok. Palestinian Civil Defence via Reuters)

JawaPos.com - Serangan militer Israel kembali menewaskan setidaknya 23 warga Palestina di Gaza pada Minggu (25/5), menurut laporan otoritas kesehatan setempat. Di antara korban tewas, terdapat seorang jurnalis lokal dan pejabat senior layanan penyelamatan.

Dikutip dari Reuters, serangan udara terjadi di beberapa wilayah berbeda, yakni Khan Younis di selatan, Jabalia di utara, dan Nuseirat di wilayah tengah Jalur Gaza. Tenaga medis setempat melaporkan bahwa setiap serangan menyasar pemukiman penduduk.

Di Jabalia, jurnalis Hassan Majdi Abu Warda tewas bersama beberapa anggota keluarganya. Rumahnya menjadi sasaran serangan udara yang diluncurkan pada Minggu pagi.

Sementara itu di Nuseirat, serangan lain menewaskan Ashraf Abu Nar, pejabat senior layanan darurat sipil, serta istrinya. Mereka berada di dalam rumah saat ledakan terjadi.

Pihak militer Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan ini. Namun, dampaknya telah dirasakan luas oleh masyarakat sipil di seluruh Gaza.

"Kematian Abu Warda menambah jumlah jurnalis Palestina yang tewas di Gaza sejak 7 Oktober 2023 menjadi 220 orang," kata kantor media pemerintah Gaza yang dikelola Hamas.

Dalam pernyataan terpisah, kantor media tersebut juga mengungkapkan bahwa Israel kini menguasai sekitar 77% wilayah Jalur Gaza. Penguasaan ini terjadi baik melalui operasi darat maupun perintah evakuasi dan pemboman yang memaksa warga menjauh dari rumah mereka.

Kelompok bersenjata Hamas dan Jihad Islam melaporkan bahwa mereka melancarkan beberapa serangan balik terhadap pasukan Israel. Serangan dilakukan dalam bentuk penyergapan serta penggunaan bom dan roket anti-tank.

Pada hari Jumat sebelumnya, militer Israel mengatakan telah melakukan serangan tambahan semalaman. Sebanyak 75 target dihantam, termasuk gudang senjata dan peluncur roket.

Perang darat dan udara yang diluncurkan Israel ini merupakan respons terhadap serangan lintas batas oleh militan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Sejak saat itu, konflik terus memanas dan menyebabkan kehancuran besar di wilayah pesisir tersebut. Lebih dari 53.900 warga Palestina telah kehilangan nyawa, menurut otoritas kesehatan Gaza.

Situasi kemanusiaan pun makin memburuk. Organisasi bantuan melaporkan bahwa tanda-tanda malnutrisi parah kini tersebar luas di berbagai penjuru Gaza.

Banyak rumah hancur dan fasilitas publik lumpuh akibat gempuran udara yang nyaris tiada henti. Warga yang selamat terpaksa mengungsi atau hidup dalam kondisi minim akses terhadap air, listrik, dan bantuan medis.

Dengan semakin banyaknya korban dari kalangan sipil, seruan internasional untuk gencatan senjata kembali menguat. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda akan adanya penghentian serangan dalam waktu dekat.

Kondisi di Gaza kini memasuki salah satu fase tergelap dalam sejarah konflik Israel-Palestina. Ketegangan yang terus meningkat menyisakan penderitaan bagi masyarakat sipil Gaza yang terjebak di tengah genosida yang terjadi.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore