Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Mei 2025 | 00.15 WIB

Amerika Serikat Pertimbangkan Tarik Ribuan Tentara dari dari Korea Selatan

Pasukan Amerika Serikat terlibat dalam latihan militer di Janseong, Seoul Selatan tanggal 1 September 2023 (Dok. Yonhap)

JawaPos.com - Pemerintahan Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk menarik ribuan tentara Amerika Serikat (AS) dari Korea Selatan dan memindahkan mereka ke lokasi lain di Indo-Pasifik, termasuk Guam.

Korea Selatan tengah membahas rencana penarikan sekitar 4.500 tentara, yang merupakan bagian dari U.S. Forces Korea (USFK) yang berjumlah 28.500 personel.

The Wall Street Journal melaporkan, seorang pejabat pertahanan yang tidak disebutkan namanya mengatakan, ini sebuah langkah yang dapat menambah kekhawatiran keamanan di Korea Selatan, terutama di tengah ancaman berkelanjutan dari Korea Utara.

Gagasan ini sedang dipersiapkan untuk pertimbangan Presiden Amerika Serikat sebagai bagian dari tinjauan kebijakan informal mengenai penanganan Korea Utara. Namun, juru bicara Pentagon kepada Kantor Berita Yonhap menyatakan belum ada pengumuman kebijakan resmi terkait potensi pengurangan pasukan USFK.

Gagasan ini muncul di tengah spekulasi bahwa pemerintahan Trump mungkin mengupayakan fleksibilitas strategis yang lebih besar untuk pasukan AS di Korea Selatan. Tujuannya adalah untuk mengendalikan agresivitas Tiongkok dan mendorong Korea Selatan untuk memikul beban pertahanannya sendiri yang lebih besar.

Dalam sidang Senat bulan lalu, Komandan Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat Laksamana Samuel Paparo Jr., dan Komandan USFK Jenderal Xavier Brunson menyampaikan pandangan negatif tentang gagasan penarikan pasukan USFK.

Paparo memperingatkan bahwa penarikan atau pengurangan pasukan Amerika Serikat dari Korea Selatan akan meningkatkan kemungkinan invasi Korea Utara.

Sementara itu, Brunson menekankan bahwa pengurangan pasukan akan menjadi masalah di kemudian hari.

"Dengan hilangnya kekuatan di Semenanjung Korea, ada kemungkinan lebih tinggi bahwa dia (Korea Utara) akan menyerang," kata Paparo.

"Apa yang kami sediakan di sana adalah potensi untuk mengenakan biaya di Laut Timur kepada Rusia, potensi untuk mengenakan biaya di Laut Barat kepada Tiongkok, dan untuk terus menghalangi Korea Utara, sebagaimana keadaannya saat ini," kata Brunson.

"Saat ini, saya mencoba untuk fokus pada kemampuan yang diperlukan untuk melakukan semua hal. yang mungkin kita lakukan secara rutin dalam kampanye, yaitu mempersiapkan, mencegah, dan kemudian menang dalam konflik jika terjadi."

"Namun pasukan di Korea memainkan peran penting. Selama lebih dari 75 tahun, mereka telah melakukan hal yang sama."

Seiring dengan agenda 'America First' Trump, spekulasi mengenai pengurangan pasukan USFK terus berlanjut, mengingat agenda itu mungkin melibatkan pengurangan keterlibatan militer luar negeri AS yang mahal.

Dikutip dari Korea Times, Wakil Menteri Pertahanan Elbridge Colby telah menganjurkan perombakan USFK, agar lebih fokus pada penanganan ancaman Tiongkok.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore