
Adam Becker (tengah) astrofisikawan, jurnalis, dan penulis buku yang mengkritik miliarder teknologi terkait kolonisasi di luar angkasa. (Harvard)
JawaPos.com – Miliarder teknologi yang mendorong eksplorasi dan kolonisasi luar angkasa untuk mengatasi masalah umat manusia dinilai tidak pantas diperhatikan.
Kritik ini datang dari Adam Becker, seorang astrofisikawan, jurnalis, dan penulis buku More Everything Forever: AI Overlords, Space Empires, and Silicon Valley’s Crusade to Control the Fate of Humanity.
Dikutip dari The Harvard Gazette, dalam diskusi buku di Harvard Science Book Talk, Becker menilai bahwa banyak CEO teknologi, termasuk Elon Musk, Jeff Bezos, dan lainnya, tidak memiliki keahlian di bidang teknik atau astrofisika.
Mereka hanya mengandalkan kekayaan mereka, tanpa landasan pengetahuan yang kuat.
"Mereka menganggap uang sebagai ukuran seberapa pintar seseorang. Jika orang lain memiliki lebih sedikit uang, mereka merasa tidak perlu mendengarkan," ujar Becker.
Dalam bukunya, Becker membedah pandangan yang menurutnya merupakan fantasi tanpa dasar, yang diyakini oleh para teknolog, futuris, dan filsuf seperti Peter Singer, William MacAskill, dan Ray Kurzweil.
Mereka dianggap yakin bahwa masa depan dapat diatur melalui teknologi dan kekayaan yang mereka miliki.
Becker awalnya menganggap kelompok rasionalis dan futuris sebagai subkultur yang tidak berbahaya.
Namun, seiring waktu, pandangannya berubah. "Mereka mulai dianggap serius. Itu menakutkan," katanya.
Ia khawatir karena semakin banyak orang mempercayai ide-ide yang menurutnya tidak didasarkan pada pemahaman ilmiah.
Becker juga menyoroti kecenderungan para miliarder yang terus menumpuk kekayaan sebagai pelarian dari ketakutan mereka sendiri.
"Mereka mengumpulkan lebih banyak uang dari yang bisa mereka habiskan seumur hidup," ujarnya.
Ia menyebut bahwa kekuasaan dan kendali menjadi kebutuhan yang terus bertambah bagi para tokoh tersebut.
Pandangan dualistik para futuris terhadap tubuh dan pikiran juga dikritik. Becker menyinggung Ray Kurzweil yang mencoba menggunakan kecerdasan buatan untuk merekam dan meniru pikiran manusia setelah kehilangan ayahnya.
"Tubuh kita bukanlah pakaian luar angkasa bagi sistem saraf kita. Kita adalah tubuh kita," ucap Becker.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
