Sekjen ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn, saat menyampaikan kuliah umum di Universitas Auckland, menyoroti pentingnya kemitraan strategis ASEAN dan Selandia Baru. (Dok. asean.org)
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn, menyampaikan kuliah umum bertajuk "ASEAN-New Zealand Partnership: Five Decades of Relations, Cooperation and Partnership" di Universitas Auckland, Senin (12/5). Dalam pidatonya, Dr. Kao menekankan pentingnya hubungan jangka panjang antara ASEAN dan Selandia Baru yang telah berlangsung selama lima dekade, mencakup tiga Pilar Komunitas ASEAN dan inisiatif ASEAN Connectivity.
Mengutip dari rilis resmi Sekretariat ASEAN, Dr. Kao menyebutkan bahwa Selandia Baru telah menjadi mitra yang konsisten dan konstruktif dalam mendukung proses pembangunan komunitas ASEAN. Kolaborasi ini dinilai krusial dalam menghadapi berbagai tantangan kawasan dan global, termasuk ketegangan geopolitik, krisis iklim, serta pemulihan pasca pandemi.
"Tahun ini menandai tonggak sejarah penting bagi ASEAN, dengan akan diadopsinya ASEAN Community Vision 2045, sebuah visi jangka panjang selama 20 tahun, beserta empat Rencana Strategis utamanya," ujar Dr. Kao dalam kuliah tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh situs resmi ASEAN.
Selain menjadi refleksi atas kerja sama masa lalu, kuliah umum ini juga menjadi bagian dari perayaan 50 tahun hubungan dialog antara ASEAN dan Selandia Baru yang dimulai pada 1975. Kemitraan ini kini berkembang melampaui kerja sama ekonomi dan politik, dengan penekanan pada isu-isu inklusif seperti pendidikan, inovasi digital, ketahanan pangan, serta penanggulangan perubahan iklim.
Secara global, hubungan ASEAN-Selandia Baru mencerminkan tren diplomasi multilateral yang semakin penting dalam menciptakan stabilitas dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Indo-Pasifik. Dalam konteks rivalitas global dan fragmentasi geopolitik, model kemitraan seperti ini menawarkan alternatif kolaboratif berbasis kepercayaan dan saling menghormati.
Hubungan antara ASEAN dan Selandia Baru kini dipandang sebagai contoh sinergi antara negara-negara berkembang dan mitra dari negara maju dalam menciptakan kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera. (*)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
