Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 April 2025 | 16.40 WIB

Penundaan Tarif Impor Global selama 90 Hari AS Tak berpengaruh pada Meksiko dan Kanada

ILUSTRASI.  Presiden Amerika Serikat, Donald Trump umumkan tarif impor baru ke berbagai negara (Dok. Reuters/Carlos Barria). - Image

ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump umumkan tarif impor baru ke berbagai negara (Dok. Reuters/Carlos Barria).

JawaPos.com - Tarif Amerika Serikat (AS) atas barang-barang yang diimpor dari Meksiko dan Kanada tak akan terpengaruh oleh penangguhan tarif global selama 90 hari yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada Rabu (9/4). Hal ini diutarakan oleh seorang pejabat di Gedung Putih.

Seperti dilansir dari Reuters, tarif sebesar 25 persen yang diberlakukan AS atas barang-barang yang diimpornya dari Meksiko dan Kanada yang tidak tercakup dalam pakta perdagangan USMCA di kawasan tersebut tetap berlaku. Serta energi dan kalium dari kedua negara tersebut juga akan tetap dikenakan tarif sebesar 10 persen.

Gedung Putih menjelaskan, sebagian besar barang impor yang tertuang pada perjanjian dagang AS dan kedua negara telah dikecualikan dari tarif kebijakan tarif luas AS.

Hanya saja, barang yang tidak memenuhi aturan asal pada perjanjian tersebut masih akan dikenakan tarif 25 persen terkait fentanyl.

Sementara itu, barang-barang yang mematuhi ketentuan akan terus dibebaskan secara tak terbatas dari tarif. Hal ini tentu memberikan kejelasan kepada para eksportir mengenai status perdagangan mereka mengingat telah terjadi ketidakpastian global pasca perang dagang yang diberikan AS.

Sebagai informasi, Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan penghentian tarif impor terhadap sebagian besar negara selama 90 hari. Namun, langkah ini tidak berlaku untuk Tiongkok. Justru, Negeri Tirai Bambu itu dihantam tarif lebih tinggi lagi, yakni sebesar 125 persen.

Langkah ini diumumkan langsung oleh Trump lewat akun Truth Social pada Rabu malam waktu setempat atau Kamis (10/4) WIB. Ia menyatakan telah mengizinkan “PAUSE 90 hari” dan penurunan tarif balasan menjadi 10 persen selama periode tersebut. “Efektif segera,” tulis Trump.

Dikutip dari ABC News, Kamis (10/4), Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan bahwa keputusan tersebut bukan karena gejolak pasar keuangan, melainkan karena banyak negara mulai meminta negosiasi dagang. Namun, Trump justru mengakui bahwa pasar yang goyah memengaruhi keputusannya.

“Orang-orang mulai panik, mereka terlihat takut,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih. “Saya melihat pasar obligasi, dan itu cukup mengkhawatirkan. Tapi sekarang sudah terlihat indah,” tambahnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore