
Photo
JawaPos.com - Kebun Binatang Auckland, kebun binatang terbesar di Selandia Baru, pada Rabu (25/11) mengumumkan akan memindahkan dua gajah Asia betina bernama Burma dan Anjalee ke rumah baru mereka di luar negeri. Pemindahan tersebut dilakukan agar kedua gajah itu memiliki kawanan keluarga yang mereka butuhkan demi kesejahteraan jangka panjang mereka.
’’Pada 2011, dengan dukungan dari Dewan Auckland, Kebun Binatang Auckland berkomitmen membangun kawanan keluarga gajah yang berkelanjutan di Auckland. Namun selama lima tahun terakhir, akibat perubahan kondisi yang di luar kendali, kami tidak lagi mampu memberikan masa depan jangka panjang yang mereka butuhkan,’’ kata Direktur Kebun Binatang Auckland Kevin Buley dalam pengumumannya, seperti dilansir Antara dari Xinhua.
Dalam lima tahun terakhir, Kebun Binatang Auckland menghadapi sejumlah kendala signifikan guna mencapai tujuan awal mereka untuk mendirikan kawanan keluarga gajah. Seekor gajah betina tambahan berusia 6 tahun diharapkan tiba dari Panti Asuhan Gajah Pinnawala Sri Lanka tidak lama setelah Anjalee datang pada 2015. Namun, kedatangannya di Kebun Binatang Auckland dihentikan pada 2017 menyusul protes dari aktivis hak-hak binatang dan sidang di Pengadilan Banding Sri Lanka.
Selain itu, lima upaya inseminasi buatan yang bekerja sama dengan pakar reproduksi gajah terkemuka dunia dilakukan antara 2017 hingga 2019 terhadap Anjalee. Namun, tak satu pun dari upaya tersebut berhasil. Kini, karena sejumlah tantangan yang tidak dapat diatasi, upaya inseminasi buatan pun tidak lagi mungkin dilanjutkan saat ini di Selandia Baru.
’’Demi kesehatan dan kesejahteraan Anjalee di masa depan, kita harus melakukan segalanya untuk melindungi kemampuannya dalam berkembang biak. Sekarang di usianya yang ke-14, dia harus segera hamil untuk menghindari masalah kesehatan reproduksi jangka panjang yang dapat dihadapi gajah betina jika tidak berkembang biak. Setelah semua kemungkinan saat ini untuk membiakkannya di Kebun Binatang Auckland telah habis, sekarang kami akan berupaya memindahkannya ke program kebun binatang terakreditasi lainnya di mana dia dapat hidup dalam kawanan keluarga multigenerasi. Di sana dia akan dapat kawin secara alami dengan gajah jantan dan memiliki kesempatan terbaik untuk memiliki anaknya sendiri," kata Buley.
Dia menyatakan, saat ini pihaknya sedang bekerja sama dengan sejumlah mitra kebun binatang internasional kami di kebun-kebun binatang terakreditasi lainnya dengan program gajah yang lebih unggul, guna menjamin rumah terbaik di luar negeri yang memenuhi kebutuhan Anjalee dan Burma demi kesejahteraan jangka panjang dan keamanan masa depan mereka.
’’Kami mengantisipasi kemungkinan bahwa mereka akan meninggalkan kami pada pertengahan 2021, jadi akan ada banyak kesempatan bagi orang-orang untuk melihat mereka dan mengucapkan selamat tinggal,’’ terangnya. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=U3cxYjK4nGY

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
