
Ilustrasi koruptor. (Feepik)
JawaPos.com – Fenomena kejahatan terorganisasi tidak dapat dilepaskan dari praktik korupsi yang menyertainya. Kombinasi keduanya menciptakan lingkaran permasalahan yang mengganggu tatanan sosial, politik, dan ekonomi suatu negara.
Kejahatan terorganisasi merupakan aktivitas kriminal yang dilakukan oleh kelompok dengan struktur dan rencana yang sistematis. Tujuan utama aktivitas ini adalah untuk memperoleh keuntungan besar melalui cara ilegal yang terkoordinasi.
Memahami hubungan antara kejahatan terorganisasi dan korupsi membantu mengungkap penyebab utama berbagai masalah sosial. Hal ini juga membuka peluang untuk menyusun strategi pencegahan yang lebih efektif.
Berikut tujuh fakta gelap yang mengungkap hubungan erat antara kejahatan terorganisasi dan praktik korupsi global dilansir dari laman Unodc oleh JawaPos.com:
1. Korupsi sebagai Penyalahgunaan Kekuasaan
Korupsi mencerminkan tindakan penyalahgunaan kekuasaan yang dipercayakan untuk keuntungan pribadi. Bentuknya beragam, mulai dari penyuapan, penggelapan, hingga perdagangan pengaruh.
Korupsi sering muncul karena lemahnya pengawasan dan adanya peluang besar untuk mendapatkan keuntungan tanpa risiko tinggi. Di sektor publik, korupsi mengalihkan sumber daya penting seperti anggaran pendidikan atau kesehatan menjadi keuntungan pribadi pelaku.
Dampak lainnya adalah hancurnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang seharusnya melindungi kepentingan publik. Dengan demikian, korupsi bukan hanya persoalan individu tetapi juga masalah struktural yang merusak tatanan sosial.
2. Kejahatan Terorganisasi Mengandalkan Korupsi
Kejahatan terorganisasi memanfaatkan korupsi untuk mempertahankan keberlangsungan operasinya. Praktik ini mencakup penyuapan pejabat publik untuk menutup mata terhadap aktivitas ilegal.
Misalnya, kelompok kriminal membayar aparat penegak hukum agar lokasi operasi mereka tidak diganggu. Hal ini memungkinkan mereka menjalankan bisnis ilegal seperti perdagangan narkoba, penyelundupan, dan pencucian uang.
Tanpa korupsi, aktivitas mereka akan lebih mudah terungkap oleh aparat berwenang. Hubungan ini menunjukkan betapa kuatnya ketergantungan kejahatan terorganisasi pada korupsi.
3. Korupsi Menjadi Pelindung Aktivitas Ilegal
Korupsi berfungsi sebagai perisai yang melindungi kelompok kriminal dari penegakan hukum. Contohnya adalah manipulasi kasus hukum, di mana pejabat yang korup memastikan bahwa para pelaku kejahatan tidak dijatuhi hukuman.
Pejabat juga sering terlibat dalam pengamanan aset hasil kejahatan agar tidak disita oleh negara. Jalur logistik ilegal, seperti perdagangan manusia atau barang selundupan, juga dilindungi melalui suap kepada petugas perbatasan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
