Emomali Rahmon telah berkuasa selama 30 tahun, tahun pertama ia menjabat sebagai presiden tahun 1994 di negara Asia Tengah.
JawaPos.Com - Masih banyak yang belum mengetahui fakta mengenai Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, yang sedang ramai dibicarakan di dunia karena kebijakan negaranya yang melarang warga muslim untuk menggunakan hijab.
Pada Jumat 21/06 lalu parlemen Tajikistan menyetujui RUU atas larangan penggunaan hijab dan penutup kepala. Hal itu merupakan bagian dari agenda Emomali Rahmon untuk mengenalkan budaya asli “Tajiki” agar mengurangi religiusitas agar tidak terkihat secara public.
Dilansir dalam Livemint, Emomali Rahmon telah berkuasa selama 30 tahun, tahun pertama ia menjabat sebagai presiden tahun 1994 di negara Asia Tengah. Selama ia menjabat banyak kebijakan yang berubah dianggap bertentangan oleh rakyatnya.
Hal tersebut dianggap bertentangan oleh masyarakat karena 90 persen warga Tajikistan adalah muslim, sehingga kebijakan tersebut dianggap sebagai melanggar hak warganya. Para masyarakat pun beranggapan bahwa Emomali Rahmon adalah seorang anti islam.
Kebijakan terbaru mengenai larangan menggunakan hijab itu dianggap untuk melindungi nilai-nilai budaya nasional dan mencegah takhayul, serta extremisme. Rahmon mengatakan hal tersebut bertujuan untuk Tajikistan menjadi negara yang berdaulat, berbasis hukum dan sekuler.
Tak hanya Tajikistan banyak negara eropa yang dianggap anti islam. Seperti pada tahun 2004 Perancis melarang simbol maupun pakaian pada siswa untuk menunjukan afiliasi agama mereka.
Daftar kebijakan yang dianggap anti islam:
Rahmon sering dikritik karena Kebebasan pers di Tajikistan sangat terbatas, dengan jurnalis dan media yang berani mengkritik pemerintah sering menghadapi intimidasi, penangkapan, dan penutupan. Situs web dan sosial media rutin pemblokiran.
2011 Anak dibawah 18 tahun dilarang untuk pergi ke tempat ibadah tanpa adanya izin. Para orang tua dilarang untuk mengirimkan anaknya sekolah agama diluar Tajikistan.
Pada tahun 2013, mencoba untuk memberantas para terorisme dengan cara menutup sekolah-sekolah berbasis agama.
2015 Partai dan ormas yang berbasis ormas dibubarkan paksa. Kebijakan pria berjanggut tebal dilarang dan diwajibkan untuk dicukur, hal tersebut namun tidak tertulis pada hukum.
Pada tahun 2016, Konstitusi Tajikistan memutuskan kebijakan besar yaitu menghapus batas jumlah jabatan presiden. Melarang partai politik berbasis agama menentang partai nya sendiri.
Pada tahun 2017 para lansia diatas 40 tahun dilarang untuk menunaikan haji. Larangan menyambut jamaah haji juga tahlilan. Serta menutup sekitar 1000 lebih mesjid yang diubah menjadi pusat kesehatan dan kedai teh.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
