Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Juni 2024 | 13.01 WIB

Akui Kecewa dengan Netanyahu, Menteri Kabinet Perang Benny Gantz Mengundurkan Diri dari Pemerintahan Israel

Benny Gantz mengundurkan diri dari pemerintahan Israel (Anadolu Agency) - Image

Benny Gantz mengundurkan diri dari pemerintahan Israel (Anadolu Agency)

JawaPos.com - Menteri kabinet perang, Benny Gantz resmi mengundurkan diri dari pemerintahan Israel pada Minggu (9/6).
 
Tindakan ini merupakan bentuk kekecewaan Gantz terhadap Netanyahu yang tidak menghasilkan strategi jelas terhadap serangan militer melawan Hamas di Palestina.
 
“Netanyahu menghalangi kita untuk mencapai kemenangan sejati, itulah sebabnya kami meninggalkan pemerintahan darurat hari ini, dengan berat hati namun dengan penuh keyakinan," jelas Gantz dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters, Selasa (11/6).
 
Pada bulan lalu, Benny Gantz telah memberikan tenggat waktu hingga 8 Juni untuk Netanyahu agar segera menyajikan strategi kemenangan pasca perang dengan Palestina. Namun, hal ini tidak kunjung digubris oleh Perdana Menteri Israel berusia 74 tahun itu.
 
Kepergian Gantz menandakan bahwa Netanyahu akan kehilangan dukungan dari blok sentris yang telah membantu pemerintah Israel memperluas dukungan di luar negeri.
 
Meskipun koalisinya masih menguasai 64 dari 120 parlemen, Netanyahu kini harus bergantung pada partai-partai ultra-nasionalis. Diketahui bahwa para pemimpin partai tersebut tidak memiliki hubungan baik dengan para petinggi Amerika Serikat.
 
 
Hal ini kemungkinan akan meningkatkan ketegangan yang sudah terlihat dalam hubungan Israel dengan Amerika Serikat. 
 
Selain itu, pengunduran diri Gantz dapat mengintensifkan tekanan publik di dalam negeri karena belum tercapainya tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
 
Peristiwa ini juga membuat beberapa petinggi Israel buka suara. Menteri keamanan nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir meminta kursi kosong usai kepergian Benny Gantz untuk segera dicarikan penggantinya.
 
Sementara itu, menteri keuangan Bezalel Smotrich berpendapat bahwa pengunduran Benny Gantz semakin mudah bagi musuh untuk menjatuhkan Israel.
 
Gantz berharap kepergiannya tidak mempengaruhi situasi Israel saat ini dan meminta menteri pertahanan, Yoav Gallant dan Netanyahu segera mengambil langkah yang mereka sama-sama tahu apa yang harus dilakukan.
 
“Mudah-mudahan mereka tetap berpegang pada apa yang seharusnya dilakukan dan kemudian baik-baik saja,” tutupnya.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore