
perdamaian di Palestina mulai nampak/freepik
JawaPos.com – Kabar baik kemungkinan terealisasinya gagasan pembentukan negara Palestina sejak Inggris melalui Menlu David Cameron sebut perjuangkan gagasan tersebut.
Kini, Amerika Serikat (AS) yang merupakan salah satu sekutu terbesar Israel turut pertimbangkan pembentukan negara Palestina sebagai solusi akhiri konflik berkepanjangan di Timur Tengah khususnya di Palestina.
Menurut laporan MEE Kamis (1/2), AS sedang mengkaji opsi untuk mengakui negara Palestina ketika perang Israel-Hamas di Gaza dinyatakan usai.
Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken, telah meminta Departemen Luar Negeri untuk meninjau kembali bagaimana AS dan komunitas internasional dapat mengakui negara Palestina sebagai negara yang merdeka.
Bagian dari pembahasan tersebut mencakup peninjauan tentang cara membentuk negara Palestina yang demiliterisasi berdasarkan contoh-contoh lain di dunia.
Presiden Biden awal bulan ini memberi isyarat kepada wartawan bahwa, pemerintahannya sedang mempertimbangkan pembentukan negara Palestina merdeka yang tidak memiliki militer, sebagai cara untuk mendapatkan dukungan Israel.
Dalam sambutannya kepada wartawan, Biden menyinggung negara-negara demiliterisasi lainnya, seperti segelintir kerajaan kecil dan negara kepulauan di Eropa.
Tinjauan Departemen Luar Negeri ini dilakukan ketika pemerintahan Biden meningkatkan upaya untuk mencapai gencatan senjata yang berkepanjangan terhadap perang Israel-Palestina di Gaza.
Gedung Putih mengirim direktur CIA Bill Burns ke Paris, Prancis, pada akhir pekan untuk menjelaskan rincian potensi jeda enam minggu dalam pertempuran di Gaza yang diharapkan oleh para pejabat Arab dan AS dapat mengarah pada gencatan senjata permanen.
Hamas mengatakan pihaknya sedang meninjau perjanjian tersebut, namun perjanjian tersebut menghadapi sejumlah kendala, salah satunya adalah penolakan publik Israel untuk menyetujui gencatan senjata penuh dan pemindahan tentara Israel dari Gaza ketika pertempuran berhenti.
Pemerintahan Biden secara konsisten mengatakan bahwa mereka yakin solusi dua negara adalah ‘satu-satunya cara’ untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.
Hal ini menimbulkan perselisihan dengan pemerintahan sekutu mereka Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang secara terbuka mengatakan akan menentang pembentukan negara Palestina merdeka.
Beberapa anggota pemerintahan Netanyahu juga menyerukan Israel untuk bermukim kembali di Jalur Gaza dan mengusir penduduk Palestina.
Kebocoran media tersebut mengatakan bahwa, Departemen Luar Negeri sedang meninjau opsi untuk mengakui negara Palestina sebagai suatu cara untuk memberikan tekanan pada pemerintah Netanyahu saat mereka mempertimbangkan proposal gencatan senjata yang didukung AS.
Serangan Israel di Gaza terus berlanjut dan tidak ada tanda-tanda akan berakhir, dan sekitar 80 persen jaringan terowongan Hamas masih utuh, menurut Wall Street Journal.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
