JawaPos Radar

Pangeran Arab Saudi di Jerman Serukan Kudeta Raja Salman

24/05/2018, 04:15 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Pangeran Arab Saudi di Jerman Serukan Kudeta Raja Salman
Pangeran Khaled mengatakan, kerusakan yang terjadi di Kerajaan Saudi disebablan oleh Raja Salman yang dinilainya irasional dan tidak menentu (Al Arabiya)
Share this image

JawaPos.com - Pangeran Khaled Bin Farhan yang tinggal di Jerman mengaku tak setuju dengan kepemimpinan Raja Salman. Ia meminta pamannya untuk menggulingkan Raja Salman dan mengambil alih negara. Ia mengajak Pangeran Ahmed Bin Abdulaziz dan Pangeran Muqrin Bin Abdulaziz untuk melakukan kudeta.

Pangeran Khaled mengatakan, kerusakan yang terjadi di Kerajaan Saudi disebabkan oleh Raja Salman yang dinilainya irasional dan tidak menentu. Dalam sebuah wawancara dengan Middle East Eye, pangeran yang pernah diberikan suaka politik di Jerman pada tahun 2013 itu mengatakan, jika Ahmed dan Muqrin mau menyatukan barisan 99 persen dari anggota keluarga kerajaan, maka dinas keamanan dan tentara akan berdiri di belakang mereka.

Ia juga mengutip pernyataan dari salah satu saudara tertua Raja Salman, Mamduh Bin Abdulaziz yang menunjukkan ketidaksukaannya kepada keluarga kerajaan.

Pangeran Arab Saudi di Jerman Serukan Kudeta Raja Salman
Pangeran Khaled di Jerman menyerukan kudeta Raja Salman (Middle East Eye)

"Ada begitu banyak kemarahan di dalam keluarga kerajaan. Saya memohon kepada paman saya, Ahmed dan Muqrin, yang adalah putra-putra Abdulaziz dan berpendidikan tinggi, fasih, dan mampu mengubah hal-hal menjadi lebih baik. Saya dapat mengatakan bahwa kita semua berada di belakang mereka dan mendukung mereka," tambahnya.

Pangeran Khaled mengaku, dia telah menerima sejumlah e-Mail dari orang-orang di kepolisian dan tentara dan mendukung niatnya. "Saya menganggap mereka mendorong dan mendukung kepada Pangeran Ahmed Bin Abdulaziz untuk mengambil inisiatif guna mengubah situasi saat ini," katanya.

Awal mula seruan kudeta muncul karena adanya penembakan yang terdengar di luar istana kerajaan di Riyadh April lalu. Penjelasan dari pihak keamanan adalah penjaga menembak jatuh sebuah drone yang masuh kawasan kerajaan.

Namun, desas-desus yang keluar dari sebuah web bernama Mujaahidd menyebutkan istana telah diserang oleh senjata berat yang dipasang pada dua SUV. Kejadian itu menyebabkan enam staf keamanan dan dua penyerang tewas.

Pangeran Khaled mengatakan, drone itu adalah cerita yang karangan. "Saya pribadi percaya bahwa ini bukan merupakan upaya untuk menjatuhkan Mohammad Bin Salman, tetapi lebih merupakan tindakan protes terhadapnya," katanya.

Namun dia memperingatkan bahwa jika Putra Mahkota Mohammad Bin Salman tetap berkuasa maka akan terus ada pergolakan. “Saya ingin mengatakan kepada orang-orang Eropa bahwa situasi di Arab Saudi menyerupai gunung berapi yang akan meletus. Jika meletus, itu tidak hanya akan memengaruhi situasi di Arab Saudi atau di wilayah Arab, tetapi juga akan berdampak pada semua orang.”

(ce1/iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up