Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Desember 2023 | 23.05 WIB

Tak Terlihat Selama Hampir 86 Tahun, Dikira Sudah Punah, Tikus Berbulu Emas Ditemukan Kembali oleh Peneliti di Bukit Pasir Afrika Selatan

Tikus tanah berbulu emas De Winton ditemukan kembali pada 2023 melalui pelacakan DNA lingkungan setelah tidak terlihat sejak 1937. - Image

Tikus tanah berbulu emas De Winton ditemukan kembali pada 2023 melalui pelacakan DNA lingkungan setelah tidak terlihat sejak 1937.

JawaPos.com - Tikus tanah berbulu emas De Winton, makhluk mungil yang selama hampir delapan dekade dianggap telah lenyap dari peradaban, menunjukkan eksistensinya kembali. Terakhir kali ditemukan pada tahun 1937, tikus tanah berbulu emas ini muncul di pantai berpasir di Afrika Selatan, dikelilingi oleh semak belukar.

Dilansir dari Scientificamerican.com, tikus tanah emas sulit ditangkap dan menghabiskan hampir seluruh hidupnya di bawah tanah, membuatnya jarang terlihat oleh manusia. Beberapa spesies kadang-kadang muncul ke permukaan untuk mencari makan serangga, biasanya hanya pada malam hari.

Dalam kebanyakan kasus, satu-satunya tanda aktivitas tikus tanah emas adalah tonjolan di permukaan tanah, menunjukkan adanya terowongan dangkal di bawahnya.

Untuk spesies yang hidup di pasir, seperti tikus tanah berbulu emas De Winton (Cryptochloris wintoni), punggung bukit ini bahkan sulit ditemukan karena terowongan bawah permukaan dapat runtuh di pasir yang lembut.

Tikus tanah berbulu emas De Winton sangat terpengaruh oleh aktivitas penambangan berlian dan mineral di pantai barat Afrika Selatan.

Keberhasilan penemuan ini tak lepas dari penerapan teknik ekstraksi DNA lingkungan (eDNA). Hal ini diperlukan karena tikus tanah ini memiliki kebiasaan berenang di dalam pasir keemasan, membuatnya sulit dijangkau oleh para peneliti.

Para ahli menggunakan analisis 100 sampel tanah untuk mengidentifikasi keberadaan spesies langka ini. Proses ekstraksi DNA, yang tentunya tidak mudah, menuntut keahlian dan teknik yang matang agar menghasilkan hasil positif.

Selain penemuan tikus tanah berbulu emas De Winton yang dianggap hilang, peneliti juga berhasil menemukan dua jenis tikus tanah emas lainnya, yaitu tikus tanah emas Cape dan tikus tanah emas Grant. Keberhasilan penelitian juga membawa penemuan tikus tanah emas Van Zyl, yang kini berstatus terancam punah.

Melalui penemuan ini, diharapkan terbuka jalan besar untuk mendeteksi eDNA dalam upaya melindungi dan mengembalikan spesies yang telah hilang atau yang tengah menghadapi risiko kepunahan. Ini menandai langkah positif dalam upaya konservasi dan penelitian untuk menjaga keanekaragaman hayati.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore