
Tikus tanah berbulu emas De Winton ditemukan kembali pada 2023 melalui pelacakan DNA lingkungan setelah tidak terlihat sejak 1937.
JawaPos.com - Tikus tanah berbulu emas De Winton, makhluk mungil yang selama hampir delapan dekade dianggap telah lenyap dari peradaban, menunjukkan eksistensinya kembali. Terakhir kali ditemukan pada tahun 1937, tikus tanah berbulu emas ini muncul di pantai berpasir di Afrika Selatan, dikelilingi oleh semak belukar.
Dilansir dari Scientificamerican.com, tikus tanah emas sulit ditangkap dan menghabiskan hampir seluruh hidupnya di bawah tanah, membuatnya jarang terlihat oleh manusia. Beberapa spesies kadang-kadang muncul ke permukaan untuk mencari makan serangga, biasanya hanya pada malam hari.
Dalam kebanyakan kasus, satu-satunya tanda aktivitas tikus tanah emas adalah tonjolan di permukaan tanah, menunjukkan adanya terowongan dangkal di bawahnya.
Untuk spesies yang hidup di pasir, seperti tikus tanah berbulu emas De Winton (Cryptochloris wintoni), punggung bukit ini bahkan sulit ditemukan karena terowongan bawah permukaan dapat runtuh di pasir yang lembut.
Tikus tanah berbulu emas De Winton sangat terpengaruh oleh aktivitas penambangan berlian dan mineral di pantai barat Afrika Selatan.
Keberhasilan penemuan ini tak lepas dari penerapan teknik ekstraksi DNA lingkungan (eDNA). Hal ini diperlukan karena tikus tanah ini memiliki kebiasaan berenang di dalam pasir keemasan, membuatnya sulit dijangkau oleh para peneliti.
Para ahli menggunakan analisis 100 sampel tanah untuk mengidentifikasi keberadaan spesies langka ini. Proses ekstraksi DNA, yang tentunya tidak mudah, menuntut keahlian dan teknik yang matang agar menghasilkan hasil positif.
Selain penemuan tikus tanah berbulu emas De Winton yang dianggap hilang, peneliti juga berhasil menemukan dua jenis tikus tanah emas lainnya, yaitu tikus tanah emas Cape dan tikus tanah emas Grant. Keberhasilan penelitian juga membawa penemuan tikus tanah emas Van Zyl, yang kini berstatus terancam punah.
Melalui penemuan ini, diharapkan terbuka jalan besar untuk mendeteksi eDNA dalam upaya melindungi dan mengembalikan spesies yang telah hilang atau yang tengah menghadapi risiko kepunahan. Ini menandai langkah positif dalam upaya konservasi dan penelitian untuk menjaga keanekaragaman hayati.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
