Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 November 2023 | 18.15 WIB

Patroli Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon jadi Sasaran Militer Israel, Kendaraan Rusak, Tak Ada Korban Jiwa

Asap mengepul menyusul penembakan Israel di pinggiran desa Tayr Harfa di selatan Lebanon dekat perbatasan dengan Israel. - Image

Asap mengepul menyusul penembakan Israel di pinggiran desa Tayr Harfa di selatan Lebanon dekat perbatasan dengan Israel.

JawaPos.com - Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) mengonfirmasi bahwa tembakan Israel menyasar tim saat sedang berpatroli di selatan negara itu. Insiden itu terjadi sekitar pukul 12.00 waktu setempat, pada Sabtu (25/11).

Pasukan PBB tersebut mengatakan bahwa penembakan itu terjadi di sekitar Aitarun. Beruntung tak ada korban jiwa, hanya kendaraan patroli UNIFIL saja yang mengalami kerusakan.

“Tidak ada pasukan penjaga perdamaian yang terluka, namun kendaraannya rusak,” kata salah satu pasukan PBB dilansir dari Aljazeera.

Meski begitu, pasukan UNIFIL menegaskan kepada semua pihak mengenai kewajiban mereka untuk melindungi pasukan penjaga perdamaian dan setiap orang yang bekerja untuk memulihkan stabilitas dalam peperangan. "Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian di Lebanon selatan, sangat meresahkan. Kami mengutuk tindakan ini,” tegas salah satu pasukan UNIFIL yang dilansir dari Aljazeera.

UNIFIL didirikan pada tahun 1978. Sekitar 10.000 pasukan UNIFIL bertugas untuk menjaga perdamaian dan memantau gencatan senjata antara kedua belah pihak (Palestina dan Israel).

Bulan lalu, penembakan juga mengenai seorang penjaga perdamaian PBB di dekat desa perbatasan Hula, sehingga menyebabkan luka ringan.

Tembakan lintas batas itu diketahui telah menewaskan sebanyak 109 orang di Lebanon, yang terdiri dari beberapa pejuang Hizbullah, warga sipil, jurnalis, hingga tentara Israel.

Meski banyak warga Lebanon yang merasakan penderitaan rakyat Palestina, mereka juga takut terlibat dalam konflik baru. Hal itu disebabkan oleh banyaknya di antara mereka yang mengalami trauma atas perang yang berlangsung pada 2006. Peperangan tersebut menewaskan lebih dari 1.200 orang di Lebanon, yang terdiri dari warga sipil.

Sejak konflik Israel-Palestina dimulai pada tanggal 7 Oktober, perbatasan antara Lebanon dan Israel telah mengalami peningkatan baku tembak, bukan hanya dari Israel dan Syiah Hizbullah, tetapi juga dari kelompok-kelompok Palestina.

Kondisi yang tidak kondusif itu tentu meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya konflik yang lebih luas di Lebanon. Ditambah lagi dengan peningkatan ruang lingkup perang selama beberapa minggu.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore