
Sebuah video yang diklaim oleh Israel bahwa Hamas menyandera dua orang asing di RS Al-Shifa.
Jawapos.com - Pengepungan yang dilakukan oleh militer Israel (IDF) terhadap satu-satunya fasilitas medis di Gaza yaitu Rumah Sakit AL-Shifa telah mencapai puncaknya pada Rabu (15/11).
Pengepungan ini dilakukan karena Israel menuduh RS Al-Shifa sebagai markas militer Hamas.
Israel juga meningkatkan tuduhan pelanggaran Hamas di rumah sakit terbesar di Jalur Gaza pada Minggu (19/11) dengan mengatakan seorang tentara yang tertawan telah dieksekusi dan dua sandera asing ditahan di Rs Al Shifa.
Klaim tawanan tentara yang dieksekusi oleh Hamas adalah seorang wajib militer berusia 19 tahun bernama Noa Marciano.
Juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan, Noa dibawa ke RS Al-Shifa untuk dieksekusi
“Menurut informasi intelijen, informasi intelijen yang kuat, Noa dibawa oleh teroris Hamas di dalam tembok rumah sakit Shifa. Di sana, dia dibunuh oleh teroris Hamas,” kata Hagari dikutip dari Reuters pada Senin (20/11).
Sementara itu pihak pejuang Palestina mengatakan, dia tewas dalam serangan udara Israel dan mengeluarkan video yang menunjukkan mayatnya, tanpa tanda kecuali luka di kepala.
Baca Juga: Joe Biden Dukung Pemerintah Palestina Kembali Revitalisasi dan Pimpin Wilayah Gaza dan Tepi Barat
Dalam sebuah pengarahan yang disiarkan televisi, Hagari mengatakan, orang-orang bersenjata Hamas juga membawa seorang warga Nepal dan seorang warga Thailand, di antara pekerja asing.
Video CCTV yang disiarkan oleh Hagari menunjukkan sekelompok pria menggiring seseorang ke rumah sakit, yang mengejutkan staf medis. Klip kedua menunjukkan seorang pria terluka di brankar. Pria lain di dekatnya, berpakaian sipil, membawa senapan serbu.
Hamas segera mengomentari pernyataan Hagari, bahwa mereka membawa beberapa sandera ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Sebagai informasi, Rumah Sakit Al Shifa, yang pernah menjadi tempat perlindungan bagi puluhan ribu pengungsi perang Palestina, telah mengevakuasi pasien dan staf sejak pasukan Israel menyerbu minggu lalu.
Hingga kini, IDF secara efektif telah memblokade Gaza dan menolak gencatan senjata, dengan alasan bahwa Hamas hanya akan menggunakannya untuk berkumpul kembali.
Akan tetapi mereka telah mengizinkan jeda kemanusiaan untuk memungkinkan makanan dan pasokan lainnya mengalir masuk dan orang asing dapat melarikan diri.
Hingga saat ini, Israel telah memperluas dominasi serangan di jalur Gaza baik dari udara maupun darat yang mengakibatkan bertambahnya korban jiwa.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
