Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 November 2023 | 20.54 WIB

Tiga Rumah Sakit di Wilayah Gaza, Termasuk yang Terbesar menjadi Korban Serangan Kelompok Militan Israel

Rumah Sakit Al-Shifa, fasilitas medis terbesar di Gaza [Doc.Doaa Rouqa/Reuters] - Image

Rumah Sakit Al-Shifa, fasilitas medis terbesar di Gaza [Doc.Doaa Rouqa/Reuters]

JawaPos.com - Israel telah menyerang tiga rumah sakit di Gaza, termasuk kompleks medis terbesar di wilayah Gaza.

Kementerian Kesehatan di wilayah Gaza mengatakan, serangan tersebut mengakibatkan banyak korban jiwa.

Dikutip melalui Aljazeera, Jumat (10/11), juru bicara Kementerian Kesehatan, Ashraf al-Qudra, mengungkapkan kelompok militan Israel telah menyerang halaman di kompleks Rumah Sakit Al-Shifa, lokasi di mana tempat ribuan pengungsi Palestina berlindung.

Israel sekarang melakukan langkah-langkah berbahaya terhadap rumah sakit untuk membuat mereka tidak berfungsi lagi dan kemudian menggusur orang-orang yang berlindung di sana, serta pasien dan petugas medis,” kata al-Qudra, melalui Aljazeera, Jumat (10/11).

Militer Israel mengatakan bahwa Hamas mengoperasikan pusat komando di lokasi rumah sakit, termasuk pintu masuk ke jaringan terowongannya yang luas, namun hal ini dibantah oleh Hamas dan pejabat rumah sakit.

Mohammad Abu Salmiya yang merupakan direktur jenderal Rumah Sakit al-Shifa, mengatakan serangan itu telah mengenai empat orang warga sipil, dan dua orang dalam kondisi kritis.

“Hal ini menimbulkan banyak korban jiwa, termasuk luka kritis. Bisa jadi terjadi pembantaian di tempat ini karena banyaknya orang di kompleks ini,” ucap Abu Salmiya.

“Sebelumnya, mereka mengebom sebuah gedung yang sangat dekat dengan rumah sakit. Dan sekarang, terjadi bentrokan hebat dan pemboman besar-besaran di dekat rumah sakit.” Lanjut Salmiya.

Abu Salmiya juga mengatakan bahwa petugas medis dan pasien berada dalam ketakutan karena ledakan terjadi secara terus-menerus di dekat fasilitas tersebut.

“Tidak ada satu detik pun yang berlalu tanpa pengeboman di dekat rumah sakit. Banyak jendela rumah sakit yang pecah, dan ada ketakutan serta kecemasan di antara petugas medis, pasien, dan pengungsi,” katanya.

“Ini adalah perang melawan rumah sakit dan perang melawan seluruh warga negara [Palestina].” Pungkas Salmiya.

Sebuah video terlihat serangan tersebut menunjukkan beberapa orang berteriak dan berusaha mencari perlindungan, dan seorang pria terluka tergeletak di trotoar dalam genangan darah.

Al-Qudra mengatakan bahwa dua rumah sakit anak-anak, Al-Rantisi dan Al-Nasr, juga terkena serangan langsung dan pemboman.

Direktur Human Rights Watch Israel dan Palestina, Omar Shakir, mengatakan di media sosial bahwa fasilitas medis harus dilindungi dan tidak ada wilayah zona bebas kebakaran.

Serangan terhadap Al-Shifa di Gaza adalah yang terbaru dari serangkaian serangan yang dilaporkan dalam beberapa hari terakhir.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore