
Massa memadati kawasan silang Monumen Nasional dalam aksi belas Palestina, Jakarta, Minggu (5/11)./Dery Ridwansah/JawaPos.com
JawaPos.com- Sejumlah massa merapat di Monas untuk menghadiri acara yang digelar oleh Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina di Jakarta (5/11). Semua lapisan masyarakat dari tokoh agama, partai politik, hingga sejumlah anggota pemerintahan turut hadir untuk bersama- sama bersuara memerangi zionis Israel.
Selain kalimat takbir yang menggema, banyak sekali yel- yel yang digunakan untuk menunjukan rasa kemanusiaan dan pembelaan untuk warga Palestina. Konon katanya slogan atau yel- yel yang dinyanyikan bersama di lapangan monas tadi. Diambil dari banyaknya media Palestina yang menyuarakan kalimat tersebut.
Asal mula kalimat itu muncul adalah beredarnya berita bahwa media menuduh Israel karena sudah membatasi kebebasan berpendapat. Lantaran banyak sekali nyanyian pro- Palestina yang dilarang dinyanyikan di Yerusalem.
Terkait hal tersebut, akhirnya para jurnalis menyebut slogan- slogan itu sebagai “nyanyian Palestina”, “slogan anti- Israel”, atau “nyanyian anti- kolonial”.
Berikut 5 yel- yel yang Sering Digunakan Untuk Perangi Israel:
Slogan ini merupakan salah satu kalimat yang paling sering digunakan untuk anti Israel. Memiliki arti “Dari sungai hingga laut, Palestina akan merdeka”.
Ajakan itu merupakan seruan agar Palestina mengambil alih seluruh wilayah Israel, yang mana terdiri dari sungai Yordania hingga laut Mediterania.
Saat itu supermodel Bella Hadid membagikan nyanyian yel- yel tersebut kepada banyak pengikutnya di dunia maya, selama pawai anti Israel tahun 2021 di New York. Ia mengecam negara Yahudi karena pasukan Israel telah meluncurkan ribuan roket ke pusat- pusat populasi sipil Palestina.
Yel- yel berbahasa arab ini kerap diteriakkan oleh masyarakat Palestina saat melawan tentara Israel. Kalimat itu memiliki arti “Dengan nyawa, dengan darah, kami akan membelamu ya Aqsha”.
Ungkapan itu muncul karena pada tahun 1929 terdapat rumor bahwa kaum Yahudi berencana untuk menguasai masjid Al- Aqsha.
Sedangkan masjid tersebut merupakan situs tersuci ketiga umat islam. Oleh sebab itu warga Palestina marah karena masjid tersebut akan dihancurkan oleh tentara Israel dan muncullah slogan tersebut.
Kalimat ini terinspirasi oleh militer Hamas Mohammad Deif, yang mana saat itu sangat populer. Deif saat itu mendapatkan julukan sebagai “martir hidup”, oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran. Ia terkenal tidak hanya di Gaza, melainkan juga di Tepi Barat dan Yerusalem.
Saat itu ada sebuah kejadian bentrok antara Israel dan Palestina di dekat masjid Al- Aqsa. Deif yang memimpin pasukannya untuk melawan Yahudi berteriak “Ayunkan pedang melawan pedang, kami adalah orang- orang Mohammad Deif,” ucapnya.
Mulai saat itulah kalimat tersebut sering banyak digunakan untuk memerangi tentara Israel. Slogan ini juga ramai digunakan oleh orang- orang yang pro dengan Palestina di Berlin, Jerman.
Kalimat ini memiliki arti “Umat Yahudi, ingatlah khaybar, Pasukan Muhammad akan kembali”.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
