Keffiyeh/ Syal Kotak-kotak Hitam Putih
JawaPos.com - Serangan Israel ke Palestina menjadi sorotan warga seluruh dunia. Ribuan nyawa melayang dari dewasa maupun anak-anak. Bangunan dari mulai rumah warga hingga masjid dan gereja hancur lebur dibuatnya. Hal itu sontak membuat banyak kecaman dari banyak negara.
Terjadi protes di berbagai negara yang menyerukan untuk membebaskan negara Palestina. Spanduk bertulisan “Free Palestine” dengan atribut yang melambangkan bendera Palestina sering dipakai warga dunia saat protes turun ke jalan.
Mereka juga mengenakan syal khas Palestina dengan motif kotak-kotak berwarna putih dan hitam yang disebut ‘keffiyeh’.
Keffiyeh, atau pada masyarakat Palestina biasa disebut sebagai "kufiya", "hatta", atau "shemagh" merupakan simbol ikonik dengan motif kotak hitam putih. Syal ini merupakan bagian dari identitas bangsa dan mewakili sejarah perjuangan masyarakat Palestina.
Saat ini keffiyeh memiliki peran penting dalam perayaan nasional, nyanyian, dan pernikahan.
Syal yang biasanya terbuat dari bahan katun, sutra , atau wol dengan bentuk persegi ukuran 120 cm x 120 cm ini menyebar ke seluruh dunia Arab sebagai hiasan kepala tradisional yang dikenakan di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Keffiyeh memiliki sejarah panjang dan kompleks yang akarnya berasal dari Mesopotamia pada tahun 3100 SM.
Arti keffiyeh
Kata keffiyeh berasal dari daerah Kufah di Irak yang berarti "dari kota Kufah".
Dr. Yahya Zakaria Al-Agha, Duta Besar Urusan Kebudayaan dan Pendidikan di Kedutaan Besar Palestina di Qatar mengungkapkan bahwa,"Keffiyeh Irak berbeda dengan keffiyeh Palestina dalam hal warnanya. Keffiyeh Irak memiliki lebih banyak warna hitam daripada putih, sedangkan keffiyeh Palestina memiliki lebih banyak warna putih daripada hitam. Keffiyeh mencapai Palestina selama Mandat Inggris, ketika tidak ada perbatasan atau penghalang negara,” tuturnya saat pada acara Pekan Kebudayaan Palestina di Qatar.
Baca Juga: Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah: Kemenangan Gaza Sejalan dengan Kepentingan Nasional Lebanon
Dikutip dari laman kufiya.org, di Palestina, syal ini awalnya hanya populer di kalangan pekerja pedesaan. Namun karena bahannya yang nyaman pada kulit untuk bernapas, maka dijadikan petani untuk melindungi diri dari terik matahari dan badai pasir. Sebaliknya, orang Palestina yang tinggal di daerah kota biasanya mengenakan tarboush atau topi merah khas Palestina.
Selama satu abad terakhir, keffiyeh populer di kalangan umum Palestina. Ini bukan lagi menandakan kelas sosial, melainkan telah jadi simbol identitas dan perlawanan warga Palestina

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
