
Tampak dari udara stadion yang berada di New Delhi, India pada Jumat (27/10) tengah diselimuti polusi udara yang pekat. (Sumber: REUTERS/Altaf Hussain)
JawaPos.com - Kabut asap yang pekat menyelimuti New Delhi pada Kamis (2/11).
Kini kabut asap kian meningkatkan dan membuat khawatir masyarakat dengan kesehatannya apalagi di bagian Ibukota India.
Lembaga pemerintah memperingatkan bahwa tingkat polusi dapat memburuk dalam beberapa hari kedepan, meskipun ada upaya untuk menguranginya, dilansir dari Reuters.
Indeks Kualitas Udara (AQI) berada di angka 415 dari skala 500 di kawasan ibu kota Anand Vihar pada Kamis (2/11), menunjukkan tingkat polusi 'parah' yang dapat mempengaruhi orang sehat dan mereka yang menderita penyakit.
Indeks AQI yang dianggap aman dan sehat bagi masyarakat berada di kisaran antara 0-50.
Penurunan kualitas udara di wilayah tersebut selama bulan-bulan di musim dingin seringkali disertai dengan lonjakan pasien dengan penyakit pernapasan, yang memicu penutupan sekolah dan pabrik.
Pemerintah New Delhi telah mengumumkan larangan masuknya bus diesel dan mengatakan kegiatan konstruksi akan dihentikan jika situasi polusi yang buruk seperti ini terus berlanjut.
Dengan tingkat AQI di atas 400, New Delhi dan Lahore di Pakistan pada Kamis (2/11), menduduki puncak daftar kota-kota paling berpolusi di dunia yang disusun oleh kelompok Swiss IQAir.
Kota Mumbai di India juga termasuk dalam 15 kota paling berpolusi di dunia.
Kualitas udara yang memburuk ini juga mempengaruhi berlangsungnya Piala Dunia Kriket, di mana para penggemar dari seluruh dunia akan datang beramai-ramai ke stadion yang berada di kota-kota di India.
AQI di Mumbai berada di sekitar angka 200 menjelang pertandingan pada Kamis (2/11), yang mempertontonkan pertemuan antara India dan Sri Lanka.
Kota ini diperkirakan akan menyambut lebih banyak orang, ketika semifinal turnamen tersebut akan dihelat pada 15 November.
Dewan Kriket India (BCCI), minggu ini mengumumkan larangan pertunjukan kembang api selama sisa pertandingan turnamen sebagai langkah untuk memerangi polusi.
Para pemain telah menyatakan keprihatinannya mengenai udara beracun, dengan Joe Root dari Inggris mengeluh kesulitan bernapas selama pertandingan dan Rohit Sharma dari India mendesak perubahan untuk kepentingan 'generasi mendatang'.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
