
Ledakan bom membuat lubang besar bak kawah di tengah bangunan beton yang hancur di sekelilingnya, warga Palestina mencari korban di lokasi kamp pengungsi Jabalia, Gaza pada Rabu (31/10)./
JawaPos.com - Israel saat ini semakin agresif melakukan serangan terhadap Palestina, baik melalui serangan udara maupun darat.
Kamp pengungsi terbesar yang ada di Jabalia, Gaza, menjadi salah satu sasaran jet tempur milik Israel.
Setidaknya, 50 warga sipil Palestina dan seorang Komandan Hamas diklaim tewas, serta 150 lainnya mengalami luka-luka akibat peristiwa yang terjadi pada hari Selasa, (31/10) tersebut.
Petugas medis berusaha keras untuk merawat para korban di saat listrik, layanan komunikasi, dan kebutuhan mulai langka.
Selama beberapa minggu, Israel telah melancarkan pemboman via udara sebelum serangan darat yang berlangsung saat ini di Gaza, Palestina.
Operasi tersebut dinyatakan sebagai bentuk balasan atas serangan yang dilakukan kelompok militan Palestina, Hamas, pada 7 Oktober silam.
Bahkan, saat ini tank-tank milik Israel sudah bergerak dan aktif melakukan serangan darat di Gaza.
Hamas menyandera lebih dari 200 warga Israel dalam serangan 7 Oktober silam.
Operasi tersebut dipimpin oleh seorang komandan yang juga bertanggung jawab atas kekuatan drone atau kendaraan nirawak yang menyerang pos-pos Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Ibrahim Biari, yang merupakan komandan kelompok militan Palestina, Hamas, diklaim tewas dalam serangan bom yang terjadi di kamp pengungsi Gaza, di wilayah Jabalia.
Israel mengatakan bahwa seorang tokoh penting dari kelompok militan Palestina, Hamas, yang juga merupakan aktor penyerangan 7 Oktober, telah tewas dihantam bom.
"Dia sangat penting, bahkan salah satu tokoh yang berpengaruh dalam perencanaan serta pelaksanaan serangan 7 Oktober terhadap Israel dari bagian timur laut Jalur Gaza," kata juru bicara IDF, Letnan Kolonel Jonathan Conricus, dikutip dari laman Channel News Asia (CNA).
Sedikitnya, 50 warga sipil yang berada di kompleks terowongan bawah tanah, lokasi yang sama dengan Ibrahim Biari berada, juga tewas, dan 150 masyarakat lainnya mengalami luka-luka berdasarkan pernyataan resmi Kementerian Kesehatan dari Pemerintah Palestina, yang dilansir dari laman CNA.
Namun, klaim Israel tersebut dibantah oleh Hamas. Dikutip dari laman CNA, juru bicara Hamas, Hazem Qassem, membantah ada komandan senior di kamp pengungsi Gaza, Ia menyebut bahwa klaim tersebut adalah dalih Israel untuk membunuh warga sipil Palestina.
Peringatan untuk mengungsi dari wilayah utara, diklaim sudah disampaikan oleh Israel terhadap warga sipil Palestina sebelum serangan dilancarkan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
