
UNICEF Sebut Gaza Menjelma Jadi Kuburan Mayat Ribuan Anak-anak pada Selasa (31/10).
JawaPos.com – Uninted Nations Children’s Fund atau UNICEF baru-baru itu menyebutkan, bahwa Gaza telah menjelma jadi kuburan bagi ribuan mayat anak-anak.
Hal itu terjadi lantaran laporan terbaru yang diterima UNICEF menyebutkan, korban tewas dari kelompok anak-anak tak berdosa telah mencapai lebih dari 3.450.
“Kekhawatiran terbesar kami mengenai laporan jumlah anak-anak yang terbunuh menjadi puluhan, kemudian ratusan, dan akhirnya ribuan terwujud hanya dalam waktu dua minggu,” kata juru bicara UNICEF, James Elder, di Jenewa pada Selasa (31/10).
“Jumlahnya sungguh mengerikan, dilaporkan lebih dari 3.450 anak terbunuh. Secara mengejutkan angka ini meningkat signifikan setiap hari. Gaza telah menjadi kuburan ribuan anak,” lanjutnya dikutip dari Unicef.org.
Kemudian ia mengungkapkan, ancaman jiwa bagi anak-anak bukan saja datang dari bom dan mortir, tetapi juga datang dari ancaman trauma psikologi dan kekurangan air bersih.
“Lebih dari satu juta anak di Gaza juga mengalami krisis air. Kapasitas produksi air di Gaza hanya 5 persen dari produksi harian biasanya. Kematian anak, khususnya bayi, akibat dehidrasi merupakan ancaman yang semakin besar,” tutur Elder.
Setelah peperangan Hamas-Israel berhenti, ia menyebutkan ancaman terhadap anak—anak tidak otomatis juga ikut berhenti. Generasi mendatang akan menanggung kerugian psikologi.
“Lebih dari 800.000 anak di Gaza diidentifikasi membutuhkan dukungan kesehatan mental dan psikososial. Itu sebelum mimpi buruk terbaru ini,” pungkas juru bicara organisasi anak-anak di bawah naungan PBB itu.
Ia kemudian menceritakan anak dari rekannya di Gaza, yang baru berusia 4 tahun tapi sudah menunjukkan gejala stres dan ketakutan yang parah, dimana anak 4 tahun tersebut kerap menjambak rambutnya dan menggaruk pahanya hingga berdarah.
Ketika ibunya ditanyai untuk menangani gejala stres anaknya, ibunya hanya berkata, “saya tidak mempunyai privilege untuk memikirkan kesehatan mental anak saya, yang saya pikirkan anak saya bisa tetap hidup”.
Merespons hal itu, UNICEF melalui juru bicara , James Elder, menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera, dimana semua akses penyeberangan ke Gaza harus dibuka untuk akses bantuan kemanusiaa.
Sebelum dunia Internasional memberi tekanan kepada Israel untuk gencatan senjata yang kemudian ditolak oleh PM Netanyahu, UNICEF sudah terlebih dahulu berterus terang mengenai perlunya gencatan senjata sejak awal terjadinya pertempuran pada 7 Oktober.
Seperti diketahui, pada Senin (30/10), Perdana Menteri Israel, Netanyahu, menolak gencatan senjata. Ia menganggap gencatan senjata merupakan tanda menyerah kepada Hamas.
“Menyerah kepada Hamas, menyerah pada terorisme, menyerah pada barbarisme. Itu tidak akan terjadi,” ucap Netanyahu dalam konferensi pers dikutip dari euronews.com.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
