JawaPos.com - Perang antara Israel dengan Hamas sudah berlangsung selama 13 hari. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan berakhir. Bahkan serangan Israel di Jalur Gaza, Palestina, hingga saat telah memakan 3.500 korban jiwa dan 12 ribu lebih korban luka-luka.
Perkembangan serangan Israel di Gaza itu jadi sorotan banyak pihak. Diantaranya dari lembaga sosial Golden Future Indonesia. Mereka dalam waktu dekat akan mengirim bantuan darurat bagi para penyitas atau korban agresi Israel di Jalur Gaza.
Head of Program & Partnership Golden Future Indonesia Muhammad Ebrian mengatakan perang Israel dan Gaza sudah hampir berjalan dua pekan. Dia mengatakan banyak akses publik mulai terputus. Mulai dari listrik hingga akses air bersih. Sudah hampir tidak ada lagi tempat yang aman di Gaza, mulai Kesehatan, dan kesejahteraan anak-anak serta lansia.
Ebrian mengatakan, mereka bersama mitra strategis dan relawan lokal Gaza saat ini fokus melakukan emergency response. "Kami menyalurkan bantuan emergency response untuk penyintas konflik kemanusiaan berupa bantuan paket makanan hotmeals yang bertempat Bahrain School, Tal Al-Hawa," katanya Jumat (20/10).
Selain itu juga melakukan pengiriman medical tools berupa kruk dan obat-obatan untuk para penyintas. Kebanyakan para penyitas itu merupakan rakyat sipil yang diselamatkan dari puing-puing reruntuhan. Saat ini mereka dirawat Rumah sakit Al-Shifa, Zeitoun, Gaza.
"Pada fase emergency ini yang sudah memasuki hari ke-13 kami memberikan bantuan berupa dana. Agar meringankan beban yang diterima," jelasnya. Selain itu mereka mendukung negara Palestina agar terbebas dari berbagai macam kekerasan serta penjajahan. Dukungan ini sejalan dengan pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.
“Ada 2,3 juta rakyat Gaza yang terancam. Saat ini fokus kami merespons bantuan darurat," katanya. Bantuan itu disalurkan untuk masyarakat sipil, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya. Khususnya para korban dan warga sipil yang sudah kehilangan rumah atau tempat tinggal.
Berbagai cara akan di tempuh sesuai alur koordinasi dengan para pemangku kepentingan strategis. Serta berbagai stakeholder untuk memberikan dukungan terbaik. Melalui Solidaritas Indonesia untuk Palestina semoga, perdamaian segera terwujud di Jalur Gaza. "Kami semua berharap kedamaian. Tidak ada lagi konflik dan peperangan lagi serta kekerasan Israel di atas tanah Palestina, tak lagi menorehkan korban, luka, dan air mata," papar Head of Marketing communication Golden Future Indonesia Faruq Naufal
Menurut perkembangan terkini, warga di Jalur Gaza memerlukan bantuan pangan. Selain itu dibutuhkan layanan kesehatan, khususnya bagi anak dan kelompok rentan. Kemudian bantuan psikososial untuk mengurangi trauma, dan layanan pendidikan.
Di sisi lain, sebagai akibat dari pemutusan saluran energi oleh Pemerintah Israel, saat ini pasokan listrik ke Gaza hanya cukup untuk dua sampai tiga jam setiap harinya. Kondisi ini akan membawa dampak besar bagi layanan darurat kesehatan para penyintas kekerasan Israel di Palestina. Kondisi itu juga diperburuk oleh kenyataan bahwa akses air bersih juga terputus.