
Pemerintah Amerika Serikat luncurkan program kredit untuk rumah tangga agar dapat menjangkau panel surya sebagai sumber energi terbarukan. (Sumber: Unsplash/American Public Power Association)
JawaPos.com - Pemerintah Amerika Serikat telah memberikan solusi untuk rumah tangga yang memiliki pendapatan rendah agar dapat mengadopsi teknologi hemat energi.
Pada Kamis (19/10), pemerintahan Biden mengumumkan pendanaan sebesar USD 100 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun agar rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Amerika Serikat dapat mengadopsi teknologi yang lebih hemat energi dan tahan terhadap perubahan iklim.
Pemerintah juga akan mulai menerima permohonan pada Kamis (19/10) untuk program kredit baru yang lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memasang panel kecil tenaga surya dan angin.
Kedua program tersebut didanai melalui Undang-Undang Pengurangan Inflasi.
Teknologi baru seperti pompa dan panel surya yang dapat menghemat energi, dapat menurunkan tagihan listrik, dan dapat mencegah emisi gas rumah kaca yang seringkali memiliki harga yang lebih mahal saat pemasangan awal.
Meskipun biaya cenderung turun seiring berjalannya waktu dengan semakin besarnya masyarakat yang mengadopsi program ini, hal ini biasanya membuat rumah tangga berpendapatan rendah berada di urutan terakhir.
Program-program ini bertujuan untuk membalikkan keadaan dengan menawarkan insentif kepada pemilik properti dan pengembang agar mempermudah penerapan teknologi ini ke rumah mereka.
USD 100 juta yang setara dengan Rp 1,5 triliun akan digunakan untuk membuat 1.500 rumah 'zero energy' melalui pinjaman dan hibah.
Departemen Energi mendefinisikan rumah tanpa energi sebagai rumah yang 'sangat hemat energi sehingga sistem energi terbarukan dapat mengimbangi sebagian besar atau seluruh penggunaan energi tahunan rumah tersebut'.
Para penerima bantuan mungkin menggunakan dana tersebut untuk memasang panel surya atau memperkuat atap dengan pemasangan yang lebih baik, misalnya.
Mereka juga akan diminta berupaya untuk mendapatkan sertifikasi keberlanjutan lingkungan misal seperti sertifikasi LEED.
Sertifikasi LEED adalah sistem peringkat dalam pembangunan rumah yang ramah lingkungan yang telah diterapkan di banyak negara di seluruh dunia.
"Ini benar-benar akan membawa perumahan yang dibangun pada 1970-an ke dalam abad ini sebagai upaya mempersiapkan masa depan yang tangguh di tahun-tahun mendatang," kata Adrianne Todman, wakil sekretaris Departemen Perumahan dan Pembangunan Perkotaan, dalam konferensi pers dilansir dari The Verge.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
