
New York menjadi kota yang mencekam bagi para wanita./ (kiri) TikTok @elliowagner, (kanan bawah) by Brigitte Stelzer, (kanan bawah) by Christopher Sadowski.
JawaPos.com - Secara mengejutkan kekerasan fisik terhadap wanita telah melonjak 41 persen selama empat tahun terakhir, menurut data NYPD (Departemen Kepolisian Kota New York) yang diperoleh The Post.
Hingga 1 Oktober tahun ini, 2.830 perempuan telah menjadi korban tindak kekerasan. Belum termasuk kekerasan dalam rumah tangga, dengan 2.006 kasus pada empat tahun yang lalu.
Serangan-serangan tersebut, mulai dari dorongan secara acak di kereta bawah tanah hingga pemukulan secara kejam, telah melonjak 5 persen dari periode yang sama pada tahun lalu, ketika 2.699 wanita menjadi korban kekerasan.
"Beberapa waktu yang lalu, para orang Asia yang sudah tua, dan sekarang wanita muda," kata seorang wanita berusia 27 tahun kepada The Post.
"Rasanya seperti para pria membenci kami," jelas wanita tersebut saat tiga minggu lalu, seorang pria yang tidak dikenal meninju wajahnya tersebut di stasiun kereta bawah tanah West 4th Street.
Dia mengecam mantan Wali Kota Bill de Blasio dan jajarannya, karena mendorong untuk mengosongkan penjara kota selama pandemi.
Serta mengecam polisi kota yang mengesahkan undang-undang untuk mengurangi jumlah orang yang ditahan, sebagai bagian dari tujuan mereka untuk menutup penjara pulau Rikers.
"Pemerintah tidak berhati-hati dengan siapa yang akan mereka biarkan," katanya, seperti yang dikutip dari New York Post.
"Tidak ada tempat yang aman bagi mereka untuk pergi, jadi mereka berada di jalanan, kecanduan narkoba, putus asa untuk mendapatkan akses dan perempuan adalah sasaran empuk."
Penyerangan ringan, tidak termasuk kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan juga meningkat delapan persen pada periode yang sama, dari 8.008 pada tahun 2019 menjadi 8.668 kasus pada tahun 2023.
Jumlah tersebut juga meningkat 12 persen dibandingkan dengan tahun lalu, di mana 7.734 wanita diserang.
Secara keseluruhan, kejahatan berat dan kejahatan ringan meningkat enam persen di seluruh kota tahun ini.
Beberapa korban setuju bahwa wanita lebih mungkin menjadi sasaran karena ukuran dan perawakannya yang kecil, tetapi juga menyalahkan politisi kota dan negara bagian yang mengesahkan undang-undang yang mengizinkan lebih banyak penjahat berkeliaran di jalanan.
Serta gagal menyediakan layanan yang memadai bagi pecandu narkoba, dan individu dengan gangguan jiwa untuk mengurangi kemungkinan mereka melakukan kekerasan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
