Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Juni 2023 | 19.10 WIB

Begini Perjuangan 4 Anak yang Selamat dari Pesawat Jatuh dan Bertahan Hidup di Hutan Amazon Selama 40 Hari

Ibu negara Kolombia Veronica Alcocer (kiri) dan Sofia Petro (kanan), putrinya, mengunjungi salah satu dari empat anak yang selamat dari kecelakaan pesawat dan bertahan hidup selama 40 hari di hutan. - Image

Ibu negara Kolombia Veronica Alcocer (kiri) dan Sofia Petro (kanan), putrinya, mengunjungi salah satu dari empat anak yang selamat dari kecelakaan pesawat dan bertahan hidup selama 40 hari di hutan.

JawaPos.com - Perjuangan 4 anak kakak beradik di Kolombia yang selamat dari kecelakaan pesawat untuk bertahan hidup selama 40 hari di pedalaman Hutan Amazon sangat luar biasa. Bagaimana tidak, anak tertua baru berumur 13 tahun. Sementara termuda berumur 1 tahun. Mereka adalah Lesly Mucutuy, 13; Soleiny Mucutuy, 9; Tien Noriel Ronoque Mucutuy, 4; dan Cristin Neriman Ranoque Mucutuy, 1.

Bertahan hidup di tengah hutan yang terkenal lebat dan tak terjamah manusia, bagi anak-anak tersebut bisa dibilang tak masuk akal. Tapi, mereka mampu melakukannya. Meski saat ditemukan pada Jumat (9/6) oleh tim penyelamat dalam kondisi lemas, tetap saja perjuangan mereka bertahan hidup adalah sebuah hal yang sulit dinalar.

Sebagai penduduk asli atau pribumi, mereka dipercaya tokoh setempat memiliki kekuatan spiritual. Luis Acosta dari National Indigenous Organization of Colombia (ONIC) yang merupakan organisasi masyarakat pribumi di Kolombia meyakini keempat kakak beradik itu memiliki kekuatan spiritual.

Petiggi ONIC lainnya, Javier Betancourt, menjelaskan bahwa masyarakat pribumi di Kolombia sangat bersahabat dengan alam.

"Kami memiliki hubungan khusus dengan alam," kata Javier Betancourt kepada AFP. "Dunia (manusia) membutuhkan hubungan khusus seperti ini dengan alam, untuk mendukung orang-orang seperti penduduk pribumi yang tinggal di hutan dan merawatnya," imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Kolombia Gustavo Petro, yang menemui mereka di rumah sakit pada Sabtu (10/6), menyebut keempat anak tersebut diselamatkan hutan. “Hutan menyelamatkan mereka,” kata Petro. “Mereka adalah anak-anak hutan, dan sekarang mereka juga anak-anak Kolombia," tegas Petro.

Kini, kondisi mereka telah membaik. Sang ayah, Manuel Ranoque, mengungkapkan bahwa anaknya yang sulung, Lesly Mucutuy, 13, mulai bercerita terkait kejadain yang mereka alami. Lesly juga sedikit menceritakan bagaimana mereka bertahan hidup di hutan.

Lesly seperti disampaikan sang ayah, ibu mereka, Magdalena Mucutuy Valencia, masih hidup selama 4 hari begitu pesawat jatuh. Sementara, dua orang dewasa lain telah meninggal dunia. Sebelum sang ibu meninggal, Lesly bercerita bahwa ibunya meminta dirinya dan 3 adiknya untuk pergi dari lokasi kecelakaan dan meminta berjuang untuk bertahan hidup sampai mendapat pertolongan.

Lesly juga menceritakan kepada penduduk pribumi bernama Henry Guerrero yang juga menungguinya di rumah sakit. Guerrero menceritakan kembali apa yang dia dengar dari Lesly kepada Wartawan.

Guerrero mengatakan Lesly dan ketiga adiknya membawa dua tas kecil berisi beberapa pakaian, handuk, senter, dua ponsel, kotak musik, dan botol soda. Benda-benda itu yang menemani mereka berjalan dari satu tempat ke tempat lain di Hutan Amazon untuk bertahan hidup. Lesly dan ketiga adiknya menggunakan botol soda itu untuk mengambil air di hutan untuk persediaan minum.

Sementara, Fidencio Valencia, paman dari Lesly dan ketiga adiknya mengatakan kepada outlet media Noticias Caracol bahwa mereka mereka bersembunyi di batang pohon untuk melindungi diri dari serangan ular, hewan buas lain, dan nyamuk.

Sang nenek mereka, Fatima Valencia, juga mendapat cerita dari cucu-cucunya tersebut. Menurut Fatima, mereka bertahan dengan memakan tepung yucca yang temukan di reruntuhan pesawat. Mereka juga makan biji-bijian, buah-buahan, akar-akaran, dan tumbuhan apa pun yang mereka anggap bisa dimakan. Selain itu, mereka mengais bantuan yang diberikan tim penyelamat dari udara.

"Mereka tahu apa yang harus dikonsumsi," ucap Fatima Valencia.

Paman mereka, Fidencio Valencia, menambahkan bahwa Lesly dan ketiga adiknya bertahan hidup dengan makan fariña atau tepung singkong, dan dengan menggunakan pengetahuan mereka tentang buah-buahan hutan hujan.

“Ketika pesawat jatuh, mereka mengambil fariña di reruntuhan pesawat, dan dengan itu mereka selamat,” kata Fidencio Valencia. “Setelah fariña habis, mereka mulai memakan bijinya,” tambah Fidencio Valencia.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore