
Photo
ALFIAN DIPPAHATANG melawat ke Prancis dalam rangka Residensi Penulis Indonesia atas bantuan Komite Buku Nasional dan Beasiswa Unggulan Kemendikbud. Program itu membantunya mengumpulkan data untuk tulisan yang digarapnya. Berikut tulisan Alfian untuk Jawa Pos.
JawaPos.com - Melihat Prancis dengan tangkapan visual secara langsung memang beda ketika saya hanya melihat pada gambar dan teks di buku-buku. Melihat bangunan-bangunan bersejarah di Paris, toko-toko buku dengan koleksi yang menggiurkan, kesibukan orang-orang, nongkrong di kafe depan Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne, dan sensasi berjalan kaki menjadi pengalaman baru di hidup saya. Karena itu, saya senang terpilih sebagai salah seorang penerima beasiswa ini.
Prancis memasuki musim winter. Salah satu hal penting yang jauh hari saya persiapkan adalah mantel. Memakai mantel ke mana-mana di Prancis adalah suatu kewajiban demi melawan udara dingin November.
Saya bawa mantel yang panjangnya selutut dari Makassar. Saya beli seharga Rp 85 ribu di tepi jalan dekat pintu dua kampus Universitas Hasanuddin. Mantel cakar itu nyaman dipakai dan tidak kalah bagus dengan yang saya lihat di toko-toko. Rasa percaya diri saya tidak menurun saat berpapasan orang-orang.
Mencari mantel cakar yang memuaskan memang seumpama mendaki gunung, butuh waktu dan tenaga. Kepuasan menemukan mantel cakar bermerek dalam kondisi bagus menjadi sesuatu yang membahagiakan.
Di Makassar, orang-orang cukup akrab menyebut pakaian bekas dan sejenisnya yang dibeli, entah di pinggir jalan atau di pasar-pasar, dengan sebutan cakar atau cap karung. Bisa dikatakan, saya mengitari Orly, tempat saya menetap, dan beberapa lokasi penelitian saya di Paris dengan memakai mantel keluaran cap karung yang sangat bermanfaat melindungi tubuh saya dari dingin. Mantel cakar inilah yang menemani saya menginjakkan kaki di Charleville, kota kelahiran Jean Nicolas Arthur Rimbaud, penyair besar Prancis.
Rimbaud dilahirkan pada 1854. Pada sebuah kota tenang yang berada di timur laut Reims dan dekat perbatasan Belgia. Rimbaud meninggal pada usia 37 tahun di Marseille, tetapi dimakamkan di 124 Avenue Charle Boutet, 08000 Charleville-Mézières.
Hidupnya singkat, tetapi memiliki pengaruh. Sebelum menjadi penyair dan terkenal melalui puisi dan surat-suratnya, kata Whidden di pengantar buku Critical Lives Arthur Rimbaud, Rimbaud adalah salah seorang siswa paling cerdas yang pernah ada di sekolahnya. Rimbaud selalu mampu menunjukkan sisi intelektualnya.
Rimbaud sampai hari ini terus dikenang dan beberapa tempat di Prancis mengabadikan namanya. Di 26 Rue de la République, 08000 Charleville-Mézières, ada Librairie Rimbaud. Kata penjaga toko buku tersebut yang tidak ingin menyebutkan nama ataupun inisialnya, nama Rimbaud digunakan karena termasuk penyair terkenal, sangat berjasa mengangkat nama Prancis, dan paling penting lahir di kota tersebut.
Tentu saja, di Charleville, nama Rimbaud juga dijadikan alamat jalan, yaitu alamat museum dan tempat tinggal Rimbaud (Maison des Ailleurs) pada 1869–1875. Yang cukup menarik, di samping kanan Musée Arthur Rimbaud, di tepi jalan, ada 18 kursi besi. Di tempat duduk tersebut, terdapat kutipan puisi-puisi Rimbaud yang pada bagian bawah kutipan diberi respons oleh seseorang.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
