JawaPos Radar

Terpisah 65 Tahun, Reuni Keluarga Korsel dan Korut Dipenuhi Lansia

23/09/2018, 13:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
korut, korsel, perang korea,
Puluhan keluarga dari Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) mengadakan reuni dengan suasana emosional ketika kerabat mereka bertemu untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun (CNN)
Share this image

JawaPos.com – Puluhan keluarga dari Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel)  mengadakan reuni dengan suasana emosional ketika kerabat mereka bertemu untuk pertama kalinya dalam 65 tahun. Dilansir dari BBC pada Kamis (20/9), sekelompok warga Korsel yang merupakan lansia melakukan perjalanan ke sebuah resor wisata di Korut demi acara tersebut.

Perang Korea 1950-1953 sejatinya yang telah memisahkan mereka dari keluarganya. Cho Hye Do yang berusia 86 tahun dan kakaknya Cho Do Jae, 75 tahun, dipersatukan kembali dengan kakak perempuan mereka, Cho Sun Do, yang berusia 89 tahun, tinggal di Korut. 

"Aku ingat betapa cantiknya dirimu," Cho Hye Do mengatakan pada kakak perempuannya. Selain keluarga Cho Hye Do, ada 83 warga Korea Utara dan 89warga Korea Selatan yang menghadiri reuni tersebut.

korut, korsel, perang korea,
Perang Korea 1950-1953 sejatinya yang telah memisahkan mereka dari keluarganya (AFP)

Sebenarnya, 100 orang telah dipilih oleh masing-masing negara, tetapi beberapa orang tidak jadi peri lantaran menyadari keluarganya telah meninggal dunia. Lee Keum Seom, 92 tahun, melihat putranya untuk pertama sejak akhir perang. "Saya tidak pernah membayangkan hari ini akan datang," katanya kepada AFP.

Kakak beradik Kim Gyong Sil, 72, dan Kim Gyong Yong, 71 tahun, mengenakan pakaian tradisional untuk bertemu ibu mereka yang berusia 99 tahun, Han Shin Ja. Dia telah melakukan perjalanan dari Korsel demi ibu mereka.

Sebenarnya, selama bertahun-tahun, pada saat-saat yang relatif tenang, Korut dan Korsel telah mengatur kelompok-kelompok terpilih untuk saling mengunjungi. Ada 20 peristiwa seperti itu dalam 18 tahun terakhir. Reuni-reuni yang lalu antara saudara dan saudari, orang tua dan anak-anak serta suami dan istri adalah pengalaman yang sangat emosional.

Tetapi karena mereka yang telah dipisahkan menjadi tua, waktu pun serasa hampir habis. Kali ini, hanya tujuh dari peserta yang akan berkumpul kembali dengan keluarga dekat seperti orang tua atau anak-anak sementara sisanya akan bertemu dengan kerabat dekat seperti sepupu.

Pejalanan itu kali ini tempuh warga Korea Selatan yang melakukan perjalanan dengan bus melewati perbatasan yang dijaga ketat ke resor wisata Gunung Kumgang, pada Senin (17/9).

Banyak yang membawa hadiah seperti pakaian, obat-obatan, dan makanan untuk kerabat mereka di Korut yang jauh lebih miskin. "Saya sudah menyiapkan beberapa obat rumah tangga termasuk pil dan sakit kepala, suplemen nutrisi serta beberapa kebutuhan sehari-hari," kata Lee Soo-nam, 76, yang akan bertemu kakaknya, kepada kantor berita Reuters. Beberapa dokter dan perawat bepergian bersama kelompok tersebut untuk mendirikan pusat medis darurat bagi para peserta lanjut usia.

Acara tersebut, difasilitasi oleh Red Cross, adalah hasil dari pertemuan bersejarah antara Kim Jong-un Korea Utara dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di perbatasan pada bulan April. 

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up