
Photo
JawaPos.com - Virus zombie yang telah tersembunyi selama 50 ribu tahun di dalam es bangkit kembali setelah para ilmuwan menemukannya. Tapi, dunia tak perlu khawatir sebab hasil penelitian memastikan virus itu tidak menginfeksi manusia.
Virus itu hanya menginfeksi jenis amuba tertentu, bukan manusia. Virus itu bersembunyi di dalam es yang membeku atau permafrost setelah hampir 50.000 tahun.
Karena sebelumnya disebut berpotensi menular dan dapat menimbulkan ancaman bagi manusia, hal itu memicu kekhawatiran akan pandemi lain seperti Covid-19.
Ilmuwan Eropa menghidupkan kembali 13 virus yang sebelumnya belum ditemukan dari tujuh sampel permafrost di wilayah Siberia Rusia, dan menemukan bahwa virus itu tetap aktif, menurut makalah pracetak yang belum ditinjau oleh rekan sejawat. Tetapi, virus ini tidak dapat menginfeksi manusia, seperti yang dicatat oleh makalah dan rekan penulisnya Jean-Michel Claverie.
"Virus ini tidak menginfeksi manusia," kata Clyde Schultz, Ph.D., seorang profesor biologi di University of Calgary di Alberta, Kanada, mencatat dalam artikel penelitian tahun 2019.
Saat ditanya apakah virus zombie berbahaya bagi manusia, Claverie menegaskan sama sekali tidak. "Ini adalah virus yang mampu menginfeksi amuba tertentu yang disebut 'acanthamoeba'," tambahnya.
Meski virus khusus ini tidak berbahaya bagi manusia, para ilmuwan yakin hasil mereka dapat diekstrapolasi ke virus lain yang mampu menginfeksi manusia atau hewan.
“Berapa lama virus ini dapat tetap menular setelah terpapar kondisi luar ruangan (sinar UV, oksigen, panas), dan seberapa besar kemungkinan mereka akan bertemu dan menginfeksi inang yang sesuai dalam selang waktu tersebut, masih belum dapat diperkirakan,” tulis para ilmuwan.
“Tetapi risiko pasti akan meningkat dalam konteks pemanasan global ketika pencairan permafrost akan terus meningkat, dan lebih banyak orang akan menghuni Kutub Utara karena industri," tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
