
A vehicle is submerged in a flooded road in Seoul, Monday, Aug. 8, 2022. Heavy rains drenched South Korea
JawaPos.com - Hujan deras yang menyebabkan banjir besar di Seoul, Korea Selatan, menelan korban jiwa. Banjir yang merendam rumah, jalan, dan stasiun kereta bawah tanah di ibu kota Korea Selatan Seoul menewaskan sedikitnya 9 orang. Dilaporkan, 3 dari total yang meninggal karena terjebak di lantai dasar bangunan yang terendam banjir menurut Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan Korea Selatan.
Hujan deras sudah mereda pada Rabu (10/8). Namun, daerah yang telah tergenang air masih ada kenaikan tinggi air 300 milimeter (11,8 inci) dan hujan ringan diprediksi hingga Kamis (11/8).
"Sekitar 17 warga lainnya terluka dan sedikitnya 7 orang masih hilang," sebut Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan Korea Selatan.
WN Tiongkok jadi Korban
Pada Selasa (9/8), Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengonfirmasi 2 warga negara Tiongkok tewas. Satu tewas dalam tanah longsor di asrama di Hwaseong, selatan Seoul, sementara yang lain tersengat listrik selama pekerjaan konstruksi di luar ruangan selama badai.
Lebih dari 500 orang telah dievakuasi sejak hujan lebat melanda Seoul pada Senin (8/8) malam. Kementerian menyediakan tenda, selimut, dan barang-barang bantuan lainnya. Sementara itu, pihak berwenang meluncurkan layanan pembersihan dan penyelamatan. Sekitar 2.800 bangunan termasuk rumah, toko, tembok penahan, dan infrastruktur lainnya rusak.
Di beberapa wilayah Seoul, saluran air tersumbat dan air mengalir ke jalan-jalan dan stasiun kereta bawah tanah. Sejumlah stasiun ditutup karena banjir.
Ketika beberapa wilayah air mulai surut, puing-puing sisa lumpur berserakan di jalan-jalan. Pemilik toko mencoba menyelamatkan barang-barang mereka. Terlihat juga bagian-bagian trotoar yang hancur dan kendaraan yang rusak yang tersapu banjir.
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengirim belasungkawa kepada para korban banjir. Presiden mengatakan akan melakukan inspeksi di tempat dan bekerja untuk mencegah kerusakan tambahan. Presiden menegaskan perlunya meninjau sistem manajemen bencana karena cuaca ekstrem diperkirakan akan semakin umum karena krisis perubahan iklim.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
