Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juni 2022 | 01.44 WIB

Mengenal Penyakit West Nile yang Ditemukan di AS, Gejalanya Nyeri Otot

SARANG WOLLY: Peneliti WMP mengamati nyamuk-nyamuk yang terkontaminasi bakter Wolbachia. Nyamuk-nyamuk itu akan dilepaskan di 12 keluarahn di Sleman. - Image

SARANG WOLLY: Peneliti WMP mengamati nyamuk-nyamuk yang terkontaminasi bakter Wolbachia. Nyamuk-nyamuk itu akan dilepaskan di 12 keluarahn di Sleman.

JawaPos.com - Amerika Serikat melaporkan penemuan kasus penyakit West Nile Virus (WNV) pada burung gagak yang mati. Virus ini ditularkan oleh vektor nyamuk. Departemen Kesehatan (S7HD) akan memasang perangkap nyamuk i tujuh kabupaten yang wilayahnya lebih rendah di Illinois untuk menguji Virus West Nile (WNV). S7HD mengatakan perangkap akan terus dipasang di wilayah tersebut hingga musim gugur.

West Nile Virus (WNV), penyebab utama penyakit yang dibawa nyamuk di AS, tidak memiliki obat atau vaksin yang dapat membantu mencegah atau mengobatinya. Menurut S7HD, WNV ditularkan melalui gigitan nyamuk rumah yang telah mengambil virus dengan memakan burung yang terinfeksi.

Jika Anda melihat burung gagak sakit atau sekarat, blue jay, robin, atau burung bertengger lainnya, S7HD mengatakan Anda harus menghubungi departemen kesehatan setempat. Mereka yang menentukan apakah burung tersebut akan diambil untuk pengujian.

Cara Penularannya

Virus ini tidak menyebar melalui batuk, bersin, atau sentuhan. Virus ini tidak menyebar dengan menyentuh hewan hidup atau mati. Namun, hindari kontak tangan kosong saat menyentuh hewan mati.

Jika Anda membuang bangkai burung, gunakan sarung tangan atau kantong plastik ganda untuk meletakkan bangkai di tempat sampah. Virus ini juga tidak dapat menyebar lewat memakan burung atau hewan yang terinfeksi.

Gejalanya

Gejala umum WNV termasuk demam, mual, sakit kepala, dan nyeri otot. Gejala dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu.

Namun, 4 dari 5 orang yang terinfeksi WNV tidak akan menunjukkan gejala apapun. S7HD mengatakan orang yang berusia di atas 60 tahun dan individu dengan sistem kekebalan yang lemah berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah akibat virus. Jika Anda memiliki gejala virus West Nile, segera hubungi dokter.

3 Tips Pencegahan

Pastikan pintu dan jendela memiliki sekat yang pas. Perbaiki atau ganti bagian yang sobek atau bukaan lainnya. Cobalah untuk menutup pintu dan jendela. Hilangkan atau segarkan setiap semua sumber genangan air tempat nyamuk dapat berkembang biak, termasuk air di pemandian burung, kolam, pot bunga, kolam rendam, ban bekas, dan wadah lainnya.

Saat berada di luar ruangan, kenakan sepatu dan kaus kaki, celana panjang, dan kemeja lengan panjang berwarna terang, dan gunakan obat nyamuk yang mengandung DEET, picaridin, minyak lemon eucalyptus, atau IR 3535 sesuai petunjuk label. Jangan mengoleskan obat nyamuk ke tangan, mata, mulut, luka, atau kulit anak yang teriritasi.

Laporkan lokasi dimana Anda melihat air tergenang selama lebih dari seminggu seperti parit pinggir jalan, pekarangan yang tergenang, dan lokasi serupa yang dapat menghasilkan nyamuk. Departemen kesehatan setempat atau pemerintah kota mungkin dapat menambahkan larvasida ke dalam air yang akan membunuh telur nyamuk.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore