
Photo
JawaPos.com - Iran memiliki perayaan tahun baru tradisional yang bernama Nowruz. Nowruz telah dirayakan selama ribuan tahun di dataran tinggi Iran dan di antara suku-suku bangsa dari peradaban umum, nenek moyang sejak zaman itu. Kedatangan musim semi ditandai sebagai Tahun Baru.
Nowruz dimasukkan dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2009 dan diakui oleh PBB sebagai acara global. Nowruz artinya awal yang baru. Iran, seperti semua negara lain, merayakan setiap awal, dan abad matahari baru, yang bertepatan dengan awal administrasi pemerintah ke-13 dan penjabaran kebijakan luar negerinya.
"Nowruz adalah ritual kuno dan abadi dengan sejarah mulia yang dirayakan di wilayah geografis yang luas di duni. Kami percaya bahwa Nowruz dan yang baru abad adalah fase untuk memulai karya-karya besar. Nenek moyang kita memainkan peran utama dalam membangun peradaban manusia dengan menghubungkan Timur dan Barat. Dalam pertukaran ini, mereka telah menunjukkan nilai-nilai budaya dan sejarah yang elegan," kata Duta Besar Republik Islam Iran H.E. Dr. Mohammad Khoush Heikal Azad di Perpustakaan Nasional, Jakarta, baru-baru ini.
Perayaan festival ini ditandai tujuh simbol unik khas alam. Apa saja? Lavender (simbol awal musim semi), tunas hijau (simbol kesegaran dan kelahiran kembali), apel (simbol kesehatan dan kecantikan), oleaster (simbol kepekaan dan pemikiran), bawang putih (simbol perlindungan dari kejahatan dan penyakit), cuka (simbol menghadapi tantangan, dan keragaman dan kehidupan) dan terakhir sumac (simbol kesabaran dan toleransi). Menurut Dubes Iran selama dua tahun terakhir, dunia dilanda Covid-19, terjadi selama dua terakhir. Selama itu pula Covid-19 mengajarkan untuk saling berbagi dan peduli.
"Covid-19 dan perkembangan terakhir telah mengajarkan kita bahwa kita tidak bisa bersukacita dalam penderitaan satu sama lain dan aman dalam ketidakamanan satu sama lain. Kita harus mengesampingkan tahun ini di mana ada perang, ketidaksetaraan, ketidakadilan dan penimbunan
vaksin Covid-19, dan memasuki tahun yang didalamnya terdapat solidaritas, persahabatan, cinta, persahabatan dan kasih sayang," katanya.
Apa saja makanan saat Nowruz?
Di awal tahun baru Syamsiah, Nowruz dalam bentuk tradisi dan ritual khususnya mengulang banyak pelajaran bagi kita. Salah satu tradisi ini yang dapat diambil pelajaran berharga darinya adalah taplak Haft Sin atau Sufr-e Haft Sin. Haft dalam bahasa Persia berarti angka 7 yang dipercaya memiliki makna tersendiri. Sementara Sin, adalah salah satu huruf Persia dan Arab. Maksud haftsin, tujuh jenis makanan berawalan sin yang wajib ada dalam setiap perayaan tahun baru. Ketujuh makanan tersebut antara lain:
1. Sabze (tunas gandum) yang melambangkan kelahiran kembali dan kesuburan.
2. Samanou (semacam dodol dari gandum) sebagai simbol kemakmuran.
3. Sib (apel), menandakan kesegaran dan kecantikan.
4. Sir (bawang putih), melambangkan kesehatan dan kedamaian.
5. Serkeh (cuka) menandakan kelestarian, karena cuka mengawetkan makanan.
6. Somagh (sejenis bumbu dapur dan obat), melambangkan kemenangan atas pengaruh jahat.
7. Senjed (buah pohon lotus), sebagai simbol cinta dan perlindungan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
