Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Februari 2022 | 15.31 WIB

Ahli AS Ungkap Alasan Subvarian Omicron BA.2 Disebut Varian Siluman

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Covid-19 subvarian Omicron BA.2 dipastikan lebih menular berdasar penegasan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat. Hanya saja, ternyata subvarian ini tak meledak di AS, melainkan hanya 4 persen dari kasus saat ini. Subvarian ini disebut juga sebagai varian siluman dari Omicron. Mengapa?

Data dari CDC yang diperbarui pada Selasa (8/2) menunjukkan bahwa BA.2 di AS tidak seperti negara-negara Eropa seperti Inggris dan Denmark. Di Eropa, varian siluman melonjak di seluruh negara.

Seorang ahli bioinformatika dan ahli SGTF dr. Pavitra Roychoudhury, mengatakan kepada Daily Mail,
BA.2 mendapatkan julukan siluman karena sulitnya melacaknya lewat tes PCR. Meski demikian, para ahli kesehatan memastikan bahwa BA.2 tidak mengkhawatirkan seperti namanya.

Tidak seperti BA.1, BA.2 tidak memiliki beberapa indikator yang memungkinkannya terdeteksi dalam praktik pengurutan yang kurang spesifik. BA.2 bisa menyebabkan kegagalan target gen lonjakan (SGTF).

"Sayangnya, kurangnya kemampuan deteksi ini telah menyebabkan beberapa orang menyebut ini sebagai varian siluman yang terdengar agak menakutkan," kata dr. Pavitra.

"Ketika kami menginterpretasikan data metode tes dengan SGTF, kami hanya perlu mengingat bahwa jika kami melihat penurunan tingkat kegagalan, ini dapat menunjukkan bahwa ini mungkin BA.2 atau mungkin Delta atau mungkin sesuatu yang lain," tambahnya.

Untuk mendeteksi garis keturunan, pengurutan genetik penuh harus dilakukan pada sampel. Subvarian ini juga diyakini lebih menular daripada pendahulunya, meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa menyebabkan gejala yang lebih parah daripada BA.1.

Oleh karena itu, pejabat kesehatan tampaknya tidak terlalu khawatir tentang subvarian baru ini secara khusus. Sementara itu, kabar baik di AS yakni kasus Covid-19 menurun tajam.

Infeksi harian turun 43 persen selama tujuh hari terakhir, dari 469.770 minggu lalu menjadi 267.765 pada Selasa (8/2). Ini juga jauh dari puncak lonjakan Omicron, ketika AS rata-rata lebih dari 800.000 kasus per hari pada pertengahan Januari.

Meski diyakini sebagai strain dominan di Inggris, BA.2 untungnya tidak menyebabkan lonjakan kasus Covid-19.
Beberapa ahli masih mengeluarkan peringatan tentang strain tersebut.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore